Puisi-puisi Simply da Flores tentang Kata, Angka, Alam, Bintang dan Elegi

153
Smply da Flores
Tetap berjuang untuk tumbuh

KESAKTIAN KATA DAN ANGKA

Kita manusia berpikir dalam kata, berbicara dalam kata, bertindak karena kata dan untuk kata. Dalam kata kita terjemahkan makna

Bersama kata ada angka, karena kita berjalan dalam angka, juga berpikir dengan angka dan untuk angka. Angka memandu kita untuk menambah, mengurangi, berkali-kali dan berjuang berbagi

Tambah kurang, kali bagi dengan angka
Kehidupan  kita melewati waktu dan ruang pun terjadi dalam kata dan angka
Semua peristiwa hidup manusia
Aneka pengalaman
Dinyatakan dalam kata dan angka

Pada mulanya adalah
Kata dan angka
Pada akhirnya juga hanya kata dan angka

Sedemikian saktinya kata dan angka
Sehingga hakikatnya kita ada dan bernafas dalam kata dan angka
agar penuh makna dan damai bahagia

Di dunia dan surga
Kelimutu, 01012021

Gunung Krakatay meletus

GUGATAN ALAM

Aku bumi tanya padamu, manusia!
Aku langit minta jawabmu, manusia!
Aku udara tagih sadarmu, manusia!
Aku air dan samudera menuntutmu, manusia!
Kami  tumbuhan dan binatang juga  usut  rasa dan nuranimu
Kami cakrawala angkasa cari jiwamu
Apa dan siapakah kalian, manusia?

Kami alam lingkungan semesta ini lestari tanpa kalian, manusia!
Sebaliknya,
Kalian mati punah jika tanpa kami alam lingkungan semesta

Apakah kau manusia adalah tuan dan Tuhan atas sesamamu serta kami alam semesta?
Untuk kerakusanmu merobek perut bumi
Untuk serakahmu gundulkan hutan
Untuk kepongahanmu kotori air, sungai, lautan dan udara;

Lalu mana kehebatanmu
Mematikan wabah?
Menahan gelombang tsunami dan gempa?
Membendung banjir serta longsor?

Mengurung badai dan puting beliung
Membatalkan letusan gunung api
Menghentikan lahar dan badai
Memadamkan panas dan kobaran api
Mengendalikan cuaca
Hilangkan bencana?

Arwah leluhur terdiam
Penghuni surga bisu
Sang Pencipta
Maha Melihat…
Apa jawabmu kalian manusia di dunia
Kapan insyafmu
Di mana sadarmu
Ke mana doa imanmu
Siapa andalanmu
menghadapi gugatan kami alam semesta untuk kembalikan semua karya tanganmu serta kesombongan otak dan kerakusan nafsumu pada kami alam lingkungan semesta selama ini?

BACA JUGA:  PASKAH ADALAH

Jika tidak sadar diri dan bersama insafi lalu sujud tobat sejati
Maka
Leluhurmu dan para penghuni sorga akan diam berpasrah
Sang Pencipta Maha Adil pasti melihat
Karena
kami alam semesta hanya kembalikan sampah dari kalian manusia, yang bertingkah bahwa kalain adalah tuan dan Tuhan atas apa pun dan siapa pun di alam semesta ini

Kami alam lingkungan semesta terus tanya dan menggugat sampai sadarmu purna dalam tobatmu

Kelimutu,  12 01 2021

MENGEJAR BINTANG MEMELUK BULAN

Hari ini begitu ramai
Ribuan mata mencari bintang-bintang rindu
Jutaan telapak damba berarak menuju  ke bulan
Anak-anak manusia haus kasih sayang
Putra-putri kehidupan lapar dahaga cinta

Ternyata damba kasih sayang tak ada di bintang-bintang
Rindu cinta bukan bersemayam di bulan
Apakah di matahari?
Pewaris generasi berjalan kembali dengan resah ke bumi
Damba rindu lapar dan haus cinta tak ditemui di sana
Bintang tak dapat dipetik rindu damba
Bulan tak mampu dipeluk lapar dahaga
Cinta kasih sayang

Suara alam semesta berhembus menyapa
“Hai anak manusia”:
Kasih sayang itu ada di hatimu untuk memberi tanpa pamrih kepada sesamamu
Cinta itu mata air jiwamu untuk mengalir berbagi kepada yang dahaga, lumbung rezeki di pikiranmu untuk menghidupkan yang lapar menderita

Cinta dan kasih sayang bukan merangkul serta memiliki apa dan siapa pun, karena bukan kodradnya dan bukan hakikatnya

Adamu hai manusia dari cinta kasih sayang sesamamu

Dari Rahim Sang Mahacinta dan kasih sayang ilahi

untuk membagi cinta kasih sayang di bumi, sampai tiba ajalmu

Valentine Day, 14-2-2021

Panorama perbukitan di Sumba tengah (foto: ist)

ELEGI MENANTI

Kabar angin Sabana
Sampaikan derap rindu di bumi Pasola
Pesona generasi  Marapu menenun aneka motif harapan
Berlimpah pangan dari ladang rezeki dan Food Estate

Debur ombak selatan menerpa pesisir penantian tanah Sikka
alirkan sumber air
Segarkan dahaga
putra-putri Maumere manis e

BACA JUGA:  Yerusalem ! Yerusalem !

Antara Savana Sumba dan dahaga di Sikka
Ada rindu yang sama
Ada penantian damba
akan datangnya sang Satria pemberi jawaban pasti
bagi anak-anak negeri
Agar sirnalah janji-janji
hilang lara nestapa
Lahir damai berseri
tanpa lapar dahaga
karena korupsi dan manipulasi abadi

Elegi penantian hari ini, semoga tak dihanyut  erosi dan abrasi
di bumi flobamora ini
Karena ada Satria sakti pemimpin negara, yang terus menanam teladan dalam bakti dan doa sahaja bagi bangsa

Mof, 15 02 2021

Simply da Flores adalah penyair NTT, alumni STF Driyarkara Jakarta

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here