Ketika Beberapa Presiden RI Berkunjung ke Flores

248
Presiden Jokowi dan Gubernur Laiskodat. (ist)
Didinong Say

Oleh GF Didinong Say, Pengamat sosial dan layanan publik, tinggal di Jakarta

TEMPUSDEI.ID (22 Februari 2021)

Setiap Presiden RI yang pernah mengunjungi Flores memiliki “style” masing-masing dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Presiden Soekarno berbaur dengan masyarakat dan ikut menari Gawi. (ist)

Soekarno, Presiden Indonesia pertama adalah sosok yang tidak asing dengan Flores. Ia bahkan pernah tinggal di Ende sebagai orang buangan semasa penjajahan kolonial Belanda, tahun 1934 – 1938. Ketika ia datang kembali mengunjungi Ende sebagai Presiden RI pada tahun 1952, Soekarno bisa langsung berbaur akrab dengan berbagai kalangan yang pernah dekat dengan dirinya di sana.

Soekarno bisa menyanyi dan menari Gawi bersama para penari, para pejabat daerah setempat dan juga semua mantan anggota tonil binaannya. Soekarno tanpa protokoler bisa langsung memanggil dan berbincang-bincang dengan H. Abdullah Ambuwaru, pemilik rumah yang pernah ia  huni di Ende. Kedua misionaris, P. J. Bouma, SVD dan P. G. Huytink, SVD secara khusus diminta Soekarno untuk hadir dan duduk berdampingan dengan dirinya di tempat acara sebagai undangan kehormatan.

Moat Noeng pada lembar uang rupiah. (ist)

Pada saat kunjungan tahun 1952 tersebut, Soekarno singgah di Maumere. Ketika itu dia kagum melihat profil Moat Noeng, seorang petani asal Sikka. Ia segera memerintahkan ajudannya untuk memotretnya kemudian meminta Bank Indonesia untuk mencetak pecahan mata uang bergambar wajah sang petani tersebut.

Presiden Soeharto datang ke Flores pertama kali pada tahun 1973, yaitu ke Maumere. Kunjungan Presiden yang adalah seorang jenderal ini semula memunculkan ketegangan. Memori masyarakat Maumere belum lama lepas dari pengalaman traumatik pemberangusan anggota PKI oleh tentara.

Pak Harto dan Ibu Tien berbalutkan kain sembar tenun ikat Maumere. (ist)

Namun suasana tegang sepertinya cepat berkurang setelah melihat Pak Harto dan Ibu Tien berbalutkan kain sembar tenun ikat Maumere melambaikan tangan menyalami masyarakat yang menyambut di sepanjang jalan sambil menebarkan seulas senyuman yang terkenal itu. Suasana segera mencair, ketika di atas panggung kehormatan, Soeharto memanggil dan memperkenalkan sendiri kepada publik beberapa pejabat negara beragama Katolik yang ikut di dalam rombongannya. Di antaranya adalah Frans Seda dan Ben Mang Reng Say.

BACA JUGA:  Hadapi Pandemi Korona dengan Semangat Beata Rani Mariam Vattalil

Jokowi, Presiden RI yang ke-7 sudah pernah mengunjungi Flores, yaitu ke Labuhan Bajo, tahun 2020 untuk meninjau pembangunan dan pengembangan kawasan Labuhan Bajo sebagai destinasi premium wisata. Kunjungan kerja yang dilakukan Jokowi tersebut nyaris tanpa basa-basi apalagi dalam situasi global pandemi. Interaksi dengan masyarakat setempat sangat terbatas dan dalam standar protokol yang ketat. Bisa dimaklumi. Padahal antusiasme dan kerinduan masyarakat untuk bisa menyapa, menjamah, bahkan ber-selfie dengan Presiden Jokowi sangat luar biasa.

Presiden Jokowi dijadwalkan akan berkunjung ke Maumere, Selasa 23 Pebruari 2021, setelah beberapa kali tertunda. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka peresmian Bendungan Napun Gete sebuah proyek strategis nasional yang menjadi andalan Jokowi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tentu saja oleh karena masih berada dalam masa pandemi Covid, maka akan dilakukan protokoler dan pengamanan extra ketat bagi Presiden. Masyarakat hanya akan bisa melihat Jokowi dari kejauhan dalam iringan kendaraan dari Bandara menuju Bendungan Napun Gete dan sebaliknya.

Bagaimanapun, pihak protokol kepresidenen perlu mempertimbangkan kerinduan masyarakat Maumere kepada Jokowi. Alangkah eloknya bila di dalam rangkaian rombongan kendaraan Presiden Jokowi tersebut dapat terlihat pula keterwakilan emosional dan psikologis masyarakat setempat.

Selain pejabat daerah setempat maupun pejabat dari Kupang, diharapkan pula kehadiran para representan Flores di Jakarta seperti Menteri Kominfo Johnny G. Plate yang masih memiliki darah Tana Ai, Andreas Hugo Pareira dari partai pendukung utama Presiden Jokowi dan Melchias Markus Mekeng yang diketahui paling berjuang untuk mewujudkan pembangunan Bendungan Napun Gete tersebut.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here