Menantikan Peran Profetis Insan Pers di Zaman Milenial

101
Simply da Flores

Simply da Flores, Alumni STF Driyarkara Jakarta dan Direktur Harmony Institute

TEMPUSDEI.ID (10 Februari 2021)

Dirgahayu Hari Pers Nasional, 9 Februari. Selamat kepada segenap keluarga besar Pers Nasional. Terimakasih atas jasa Pers dalam melakukan tugas mencerdaskan bangsa dan memberikan kontrol publik kepada para penyelenggara negara. Pers memberikan informasi kepada segenap masyarakat pemirsanya, baik melalui media cetak, elektronik dan sekarang digital.

Zaman Milenial dengan kecanggihan teknologi informasi digital ini, telah melahirkan banjir informasi. Gadged, dan media digital Infokom lainnya, telah membawa sarana material di hampir semua aspek kehidupan ke dalam kemudahan digital. Lalu pemiliknya dipermudah untuk melakukan berbagai keperluan, khususnya mengakses informasi dari berbagai pihak, termasuk dari jurnalis profesional dunia Pers.

Zaman Milenial membuat peran dunia Pers dengan jurnalis profesional ikut berubah. Karena sudah muncul pelaku informasi baru, baik individu dan kelompok, yang bukan jurnalis profesional bisa menyebarkan informasi dengan gaya dan kepentingan milenial. Semuanya lebih instan, gampang dan cepat diakses melalui gadget dan berbagi media Infokom digital lainnya.

Ada budaya komunikasi baru, yakni melalui teknologi informasi digital, dengan cirri khas artifisial memutakhirkan teknologi yakni relasi dan komunikasi langsung antar manusia diubah dengan komunikasi melalui media teknologi informasi. Hubungan antar manusia secara langsung, diubah dan bergeser lebih sering melalui dunia maya digital. Keadaan baru ini berakibat juga pada kualitas isi komunikasi manusia. Makin sering ada manipulasi data dan fakta dalam komunikasi, karena dipermudah oleh kecanggihan teknologi informasi digital zaman now.

Selain dampak positif kecanggihan teknologi informasi, lahirlah banyak dampak negatif. Misalnya kejahatan dengan menggunakan  media dunia maya: hoaks, penipuan, pencurian, kekerasan, terorisme, dll. Banyak yang telah menjadi korban karena gagap teknologi, karena dorongan hawa nafsu ingin cepat kaya dan terkenal, tetapi kurang paham alias bodoh tentang data dan fakta yang ditawarkan. Banjirnya informasi melalui teknologi digital, ternyata tidak sejalan dengan kemajuan daya kritis dan kepandaian manusia. Maka, orang yang malas berpikir, tidak hati-hati dan kurang bijaksana, serta minim pengetahuannya bisa menjadi korban dari kemajuan kecanggihan teknologi informasi zaman now.

BACA JUGA:  Puisi-puisi Rabu Abu, Refleksi "Dari Debu Kembali jadi Debu"

Pada bagian inilah kualitas komunikasi dipertaruhkan. Iman dan moralitas pun bergeser, daya kritis pikiran semakin ditantang untuk menghadapi banjir informasi hasil kecanggihan teknologi informasi digital milenial. Perilaku manusia ikut berubah, menjadi lebih pragmatis, instan dan ikut arus media sosial.  Kebenaran data dan fakta dalam komunikasi seringkali diabaikan karena manipulasi teknologi. Arahnya bisa membawa nasib manusia menjadi hamba kecanggihan teknologi digital zaman now.

Karena kualitas komunikasi menurun, kebenaran data dan fakta dimanipulasi, maka relasi manusia (antar individu, dalam keluarga, kelompok, komunitas, organisasi, umat, bangsa dan negara) juga semakin rentan dan dipenuhi konflik. Konflik multi dimensi dan multi level tercipta, karena menurunnya kualitas komunikasi yang mengganggu kualitas relasi humanistas manusia. Kualitas komunikasi semakin buruk, merusak kualitas relasi manusia, lalu ancaman terhadap nilai humanistas universal makin besar. Manusia menjadi serigala dan musuh bagi sesamanya, jika banjir informasi yang dihasilkan kecanggihan teknologi informasi tidak dapat dikendalikan dengan daya fisik, daya emosi, daya kritis nalar, daya moral hati nurani dan daya iman.

Dengan perayaan Hari Pers Nasional, patut diharapkan peran profetis segenap insan pers untuk menyajikan data dan fakta yang benar dan tepat, baik dan bermanfaat, bijaksana dan bermartabat bayi kehidupan kemanusiaan kita. Peran pers untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, melakukan kontrol sosial dan menjaga nilai humaitas universal untuk kehidupan yang bermartabat dan damai semakin diandalkan. Sekali lagi, dirgahayu Hari Pers Nasional, proficiat untuk tugas pengabdian yang mulia bagi bangsa dan kehidupan global.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here