Pak Victor Laiskodat, Mana Sikap Tegasmu? Korban Covid Makin Banyak!

454
Didinong Sae

Oleh Didinong Sae, Tinggal di Jakarta

TEMPUSDEI.ID (6/1/21)

Prakondisi psikologi dan perspektif masyarakat NTT terkait Pandemi Covids-19 telah dibentuk secara keliru oleh pihak penguasa seperti Gubernur, Wakil Gubernur, dan lain-lain.

Cara pandang tersebut memengaruhi kebijakan dan langkah langkah penanganan yang seperti setengah hati. Bayangkan, muncul ide pakai kelor, sopi, moke, dan lain-lain yang aneh-aneh. Padahal, hampir seluruh dana pembangunan diserap ke dalam upaya menghadapi Covid.

Banyak korban Covids telah bertumbangan di NTT. Di antaranya orang-orang yang sangat dekat dengan kita. Gubernur dan Wakil Gubernur pun pernah terpapar. Namun sebagai misal, sikap VBL terkait vaksinasi sebagaimana pernah terekam masih jauh dari sikap bijak sang pemimpin. Kerumunan masih lazim sampai hari ini di NTT. Pesta Sambut Baru atau pesta nikah di Flores, Pasola di Sumba konon masih berjalan biasa.

NTT adalah provinsi kepulauan. Penanganan Covid yang tidak serius akan melejitkan rating NTT masuk dalam kawasan zona merah bahkan hitam yang kritis. Angka terpapar positif yang mencapai di atas  5000-an sangat signifikan dan berpotensi transmisi yang akseleratif. Sangat rawan!

NTT sangat terbuka terhadap lalu lintas pergerakan manusia, masuk keluar wilayah ini. Potensi interaksi sosial dan kontak antar warga sangat besar namun nyaris tidak terlacak.

Sementara itu bio lab untuk swab test sangat terbatas. Hanya ada di Kupang. Miris! Kita pantas malu ketika NTT dibilang miskin, korup, gudang HT, wakilnya di Senayan banyak yang bermasalah, dan seterusnya dan seterusnya.

Kita bisa marah ketika ada yang katakan bahwa alam NTT dibilang biasa-biasa saja. Kita mungkin bingung karena ada warga Amerika bisa terpilih jadi bupati. Namun kita pasti sedih dan sekaligus sangat kesal karena banyak basodara seperti mati sia-sia akibat sikap anggap enteng terhadap Covid.

BACA JUGA:  Euforia Masyarakat NTT: Terima Kasih, Bapa Presiden, Air Su Tambah Dekat

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Sudah saatnya, VBL dan segenap jajaran di Kupang berikut bupati di setiap Kabupaten di NTT mengambil langkah yang jelas dan tegas untuk mengatasi tekanan pandemi Covid. Ayo VBL, mana sikap tegasmu…!

Terakhir, dengan sangat berat, saya ucapkan selamat jalan, Pak Bertholdus Lalo. Pak Bertho ini juga korban Covid! Requiescat in Pace!

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here