Menjadi Saksi Cinta

64

Oleh Eleine Magdalena, Kandidat doktor teologi Katolik

Setiap orang pasti memerlukan cinta dalam hidupnya, dan  Tuhan kita telah menunjukkan Cinta-Nya habis-habisan. Cinta itulah yang kita hidupi dan bagikan kepada sesama

TEMPUSDEI.ID (2/11/20) – Setiap orang Katolik dipanggil menjadi saksi cinta Tuhan. Melalui pembaptisan kita diselamatkan dan menerima Roh Kudus yang menjadikan kita anak-anak Allah. Inilah anugerah terbesar yang perlu kita syukuri. Dunia membutuhkan cinta Kristus. Tanpa Kristus, manusia tidak mampu mencapai kebahagiaan sejati. Inilah kebenaran dan sukacita yang perlu kita bagikan kepada sesama.

Roh Kudus memampukan kita menjadi saksi Kristus lewat perkataan dan perbuatan. Di tengah dunia yang mengagungkan materi, kekuasaan, dan kesuksesan, tidak mudah berbicara tentang kesederhanaan, kasih, penyangkalan diri, dan pengampunan. Namun, betapa pun berat kita perlu tetap berpegang pada ajaran Kristus dan mewartakannya dengan bijaksana. Sebagaimana Kristus ditolak demikian pula murid Kristus ditolak. Penolakan bukan alasan untuk berhenti mencintai.

Tuhan mengatakan bahwa kita juga harus bersaksi tentang Kristus karena kita adalah murid-murid yang bersama-Nya setiap hari. Kita sudah mengalami cinta Tuhan dan kebaikan-Nya. Ketika bercerita tentang Kristus yang mengasihi dan menyelamatkan, maka kita menolong orang lain juga untuk mengenal dan mengalami Kristus yang penuh kasih. Inilah tanggung jawab sekaligus anugerah bagi setiap orang yang telah dibaptis dan menerima Roh Kudus yang memimpin kita dalam kebenaran.

Melalui hidup dan perkataan, kita memberi kesaksian. Banyak dari kita menjadi diam ketika berbicara tentang kebenaran. Mungkin karena tidak mau dianggap sok suci, fanatik atau takut dimusuhi. Pikiran kita sering membatasi karya Roh Kudus. Di dalam kasih tidak ada ketakutan. Ketika kita sungguh-sungguh mengasihi, kita dengan sukacita menceritakan tentang Kristus, membagikan harta terindah yang kita miliki, yaitu iman dan keselamatan dalam Kristus.

BACA JUGA:  Eleine Magdalena dan Blessing In Disguise dari Hidup Berkeluarga

Melalui gereja, kita telah menerima makanan rohani yang sehat dan bergizi. Tugas kita selanjutnya adalah menjadi saksi cinta kasih di tengah dunia. Roh Kudus, yaitu Roh Kebenaran selalu menyertai kita. Sebagai saksi Kristus, kita tidak memaksakan kehendak apalagi menghakimi orang lain sebagai pendosa. Tidak marah jika orang menolak ajakan kita ke gereja atau kegiatan lingkungan. Tetap sabar dan optimis menantikan sesama kita terbuka hatinya menerima Kristus. Murid Kristus perlu memuridkan orang lain. Kita perlu membimbing agar orang lain juga bertumbuh dalam iman, harap dan kasih kepada Kristus. (Mata Iman, 2017)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here