Puisi untuk Mikael Umbu Zasa: Langkah Terakhir pada Bulan Bermahkota Mawar

704
Selamat jalan, Mikael Umbu Zasa. Foto oleh Bene Dalupe

Oleh Emanuel Dapa Loka

Link puisi: https://www.youtube.com/watch?v=Ba0bezjsGzI

Umbu Zasa, tunai sudah langkahmu memijak bumi tempat kita tinggal, membalik tanah dan meninggal ini

Purna sudah perjalananmu dalam tarikan nafas penghabisan pada paruh ketiga Juni, bulan bermahkota mawar

Kini tak  akan lagi lincah tanganmu yang menabuh tambur kecintaanmu dan diikuti riuh gong dan sorak kemenangan

Tak akan ada lagi sapaan hangatmu, ketegasan katamu tatkala bergagas  bagi peranjakan Sumba menuju singgasana

Sesungguhnya, hidupmu adalah bianglala yang membujur pada tiang langit untuk mengajak anak-anak negeri sabana beranjak menjemput matahari

Hidupmu adalah cahaya rembulan purnama yang menggelorakan jiwa, yang menyejukkan pandang, yang menyiangi, yang menyirami jiwa

Kini anak-anak pulau keramat Sumba menatapmu pada batas pandang tak berdaya karena Dia yang empunya kehidupan memanggilmu pulang

Pulangkah! Namun dari sana, tetaplah menabuh tambur keramat untuk menghimpun pikir dan rasa kami: kawan, adik dan karibmu untuk berkanjang memacu nafas di antara nafas

Mencucurkan keringat di antara keringat lainnya bagi perjuanganmu yang belum selesai.

Selamat jalan, Kakakku. Bersiramlah di surga baka, parai marapu. Bersiramlah di keabadian bersama Allahmu, Allah kita bersama. SALAM SATU SUMBA

CATATAN: Mikael Umbu Zasa adalah budayawan Sumba, NTT yang sangat mencintai tanah kelahirannya. Wujud cintanya ia tunjukkan dengan menghadirkan budaya Sumba dalam berbagai kesempatan. Ia bahkan mempromosikan budaya Sumba, terutama tarian, irama gong dan tenunan Sumba sampai ke Australia.

Umbu Zasa dikenang sebagai pribadi yang rendah hati, suka menolong. Kepergiannya pada 23 Juni 2020 lalu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan para sahabat. Ayah dari tiga anak ini dimakamkan di Sumba.

Puisi tersebut dibacakan oleh Emanuel Dapa Loka, dalam acara pelepasan dan kenangan bagi Umbu Zasa di Lembah Cibubur pada 24 Juni sebelum dibawa pulang ke Sumba, NTT. Selamat jalan, Umbu Zasa.

Facebook Comments

BACA JUGA:  Cerpen Nelly Anjani Br Sembiring: Malaikat Kecilku Telah Hilang di Tanganku Sendiri

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here