AR Amron Trisnardi, Tetap Berkarya Walau Ginjalnya Nyaris Tak Berfungsi Lagi

305
Amron bersama istri dan kedua putranya

Banyak lagu yang justru dia hasilkan saat sedang terhubung dengan mesin hemodialisa atau mesin pencuci darah.

Amron Trisnardi dengan piano kesayangannya. Foto: dokpri

Tidak ada kata menyerah dalam kamus pencipta lagu dan arranger AR Amron Trisnardi. Betapa tidak? Sejak tahun 2012, oleh karena gagal ginjal,  dia harus menjalani hemodialisa (HD) atau cuci darah seminggu dua kali. Dan sekarang ini ginjalnya nyaris tidak berfungsi lagi. “Kalau dicek, paling fungsinya tinggal lima persen,” ujar pria asal Bantul, Yogyakarta ini.

Bukti tidak menyerah itu, dia baru saja menyelesaikan sebuah lagu berjudul Kunyatakan PenyembuhanMu (tentu saja masih banyak lagu lain) lengkap dengan arrangement dan sudah dalam bentuk audio visual. “Tolong kirimkan kepada orang-orang yang sedang sakit supaya menguatkan mereka,” tulisnya memberi catatan saat mengirimkan video dirinya yang sedang menyanyikan lagu tersebut sambil bermain piano.

Cermati sejenak lirik Kunyatakan PenyembuhanMu yang menunjukkan rasa sesal sekaligus kepercayaan pada kuasa Tuhan:

Tubuhku t’lah rapu, jiwaku berkeping namun Kau satukan Tuhan telah Kau sembuhkan, t’lah Kau sempurnakan

Sungguh aku takut Tuhandan tiada berdaya jika tanpa Engkau Tuhan, tanpa pertolongan, tanpa pengorbanan.

Andai dari dulu kumencintaiMu, tubuhku tak rapuh, jiwaku tak lumpuh

Andai dari dulu kutahu rencanaMu tetap tegak berdiri karena ku tak sendiri

Andai dari dulu kumencintaiMu, tubuhku tak rapuh, jiwaku tak lumpuh

Andai dari dulu kutahu rencanaMu tetap tegak berdiri karena ku tak sendiri

Kembali kepada urusan cuci darah. Ketika ia mulai menjalani cuci darah, kemampuan ginjalnya tinggal sembilan persen. Sebelumnya ia menolak anjuran dokter untuk melakukan cuci darah. Mestinya, dia sudah harus menjalani cuci darah beberapa tahun sebelumnya. Kala itu dia menolak karena merasa masih kuat. Namun pada tahun 2012 dia menyerah, sebab kondisinya makin tidak stabil.

BACA JUGA:  Theresia Bela Selalu Ingat Ajakan Santo Yohanes Paulus II untuk Berdoa bagi Perdamaian

Mungkin karena batinnya belum menerima kenyataan, saat menjalani cuci darah, ia pernah pingsan. Namun setelah bisa menerima kenyataan, dia malah sering menyebut HD itu keren dan menganjurkannya kepada orang-orang yang seperti dirinya untuk dengan gembira menjalani hemodialisa itu.

Mantan direktur dua televisi swasta ini segera move on. Melalui akun face booknya ia secara rajin memberi “pencerahan” seputar gagal ginjal. Dia menjelaskan bahwa gagal ginjal sangat berhubungan erat dengan pola dan disiplin hidup. “Jagalah kesehatan selagi masih sehat. Hindari minuman-minuman yang katanya bikin tubuh vit atau greng. Salam sehat,” begitu sering kali ia membuat status FB.

Amron bersama istri dan kedua putranya. Foto: dokumen keluarga

Dalam perjuangan yang tidak ringan, ayah dua anak ini tetap melakukan kerja-kerja kreatif yang menuntut daya kreasi dan semangat tinggi.  “Kalau sudah namanya hobi dan passion, sejauh masih bisa, akan saya lakukan. Kalaupun hasilnya tidak sekali jadi, saya bisa selesaikan kemudian,” kata Amron.

Hobi dan passion yang Amron maksudnya adalah menciptakan lagu-lagu rohani atau lagu-lagu untuk mengiringi Misa. Bahkan, banyak lagu yang ia hasilkan saat sedang menjalani HD. “Saya harus lebih cepat menciptakan lagu untuk Tuhan sebelum Dia memanggil,” ucapnya saat dijumpai di RS Sin’t Carolus, Jakarta beberapa waktu lalu.

Awal Agustus 2015 dia meluncurkan album Kidung Kita yang dia hasilkan dari ruangan HD itu. Album ini memuat lima buah lagu lengkap dengan contoh menyanyikan masing-masing suara dan paduan sopran, alto, tenor dan bas. Ada pula buku teks lagu yang dicetak di atas kertas lux. Penjualan album ini melalui direct selling.

Mengapa perlu memberi contoh masing-masing suara? Karena warga Paroki Santa Monica, Bumi Serpong Damai, Tangerang ini sering kali menemukan kenyataan sulitnya pelatih koor atau bahkan pengurus lingkungan mengumpulkan anggota koor untuk tugas di gereja. Banyak yang menolak bergabung dengan alasan tidak bisa bernyanyi atau tak pandai membaca not. “Karena keterbatasan kemampuan, koor kerap muncul ‘apa adanya’, malah sering menimbulkan ‘masalah’ dan mengganggu. Saya lalu mencoba cari solusi. Album ini untuk menyiasati keterbatasan tersebut,” jelas Amron.

BACA JUGA:  Jalan-jalan Tikus Menjadi Wartawan dalam Kegembiraan, Harapan dan Kecemasan
Album “Kidung Kita” karya Amron

Menurut Amron, meski bukan penyanyi profesional, petugas koor harus menyanyi dengan bagus dan benar sebab mereka berperan menjaga dan ikut memeliharan konsentrasi umat saat Misa.

Dengan album tersebut, umat bisa berlatih setiap hari secara mandiri melalui contoh yang ada. Mereka juga bisa latihan kapan dan di mana saja. Yang menarik, Amron memformat albumnya sedemikian rupa sehingga lagu-lagu dalam CD ini bisa dipindahkan ke ponsel dan bisa didengarkan di mana saja. “Saya sengaja tidak mengunci format rekaman. Biar saja kalau ada yang mau mengopi.” Pada cover album, penulis puluhan skenario film dan sinetron ini malah sengaja menulis, “Buku dan CD Kidung Kita  ini dengan mudah dapat dicopy. Akan tetapi, mulailah meninggalkan cara itu dan gunakanlah cara yang diberkati.

DENGARKAN LAGU INI:

https://youtu.be/w681SKjXBWI

Yang Amron miliki saat ini adalah semangat yang tinggi untuk memaksimalkan segala kemampuan yang ia miliki. Kekuatannya yang lain adalah iman dan kepercayaan bahwa Tuhan akan selalu memeliharanya.

  EMANUEL DAPA LOKA

 

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here