Pada Mata Air Meriba

105

Puisi Emanuel Dapa Loka

Pada beningmu, Meriba aku berkaca, membasuh jiwaku

Sebab aku tahu, beningmu adalah bening hati Allah Pemelihara

Ketika hambaMu Musa dan Harun memancarkan air kehidupan dari tebing karang purba nan perkasa, segarlah raga dan jiwa umat pilihanMu beserta ternak mereka

BagiMu, karang perkasa dan gurun maha luas pun adalah kehidupan

Sungut dan amarah bangsa Israel pun tidak mengaburkan tajam mata CintaMu lalu memancarlah air hatiMu

Pada beningmu, Meriba aku membasuh jiwaku

dan mengikutkan jiwa orang-orang yang kukasihi

 

Pada sejuk beningmu, Meriba mengalirlah kehidupan sampai ke Petra dan menyegarkan nadi-nadi yang kerontang

Aku merapal doa untuk mencairkan hatiku dan hati kaumku agar bermazmur bagi keagunganMu meski di hadapan berlaksa-laksa perkara kehidupan

Dengan rapal pada beningmu juga, Meriba, aku berseru: tamengi aku dari rajam dosa dunia ini

Pada bening jiwamu juga, Meriba aku bermohon

alirkanlah sejuk segarmu

basulah jiwa-jiwa kemarau nan papa

segarkan hati yang gering dan bersilingkit dalam lara …

Tilal Almadina, Yordania, 13 November 2018

Emanuel Dapa Loka, adalah wartawan dan penulis biografi yang menyukai susastra, khususnya puisi. Dia acap menyebut di “penyair kambuhan”. Ia tinggal di Bekasi, Jawa Barat.

Facebook Comments

BACA JUGA:  Puisi Agust G. Thuru: Darah Merah Darah Putih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here