Doni Monardo: Jenderal Bintang Tiga yang Humanis

157

Mantan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao pada tahun lalu pernah menyebut Doni selalu menggunakan pendekatan kemanusiaan saat menjalankan operasi di negaranya.

Tidak diduga bahwa virus corona atau Covid-19 akan “meringkus” dunia, termasuk Indonesia dalam waktu teramat cepat.  Berdasarkan informasi dari Covid19.go.id (31 Maret 2020), negara atau kawasan yang sudah terpapar corona  sebanyak 204, yang terjangkit  697.244 orang, meninggal 33.257. Khusus di Indonesia, yang positif terjangkit 1.528 orang, sembuh 81 orang dan yang meninggal 136 orang.

Sejak 13/3/20 Presiden Jokowi menunjuk Doni Monardo yang juga adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19. Doni.

Doni benar-benar berpacu dengan covid-19. Jenderal bintang tiga ini harus mengambil tindakan dengan cepat dan tepat dalam pencegahan, termasuk sosialisasi, edukasi, dan mitigasi. Pihaknya juga harus melakukan pelacakan, perawatan, dan pengobatan bagi masyarakat yang kurang sehat. Selanjutnya, melakukan rehabilitasi. Dia sosok yang tidak banyak bicara, termasuk tidak mau terlibat dalam perdebatan-perdebatan.

Lantas, siapa Doni ini? Letnan Jenderal TNI Doni Monardo lahir di Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963. Dia adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 9 Januari 2019 mengemban amanat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Pencapaian dalam kariernya di dunia militer terbilang lancar. Dia juga kaya dengan berbagai pengalaman. Pria yang pernah mengikuti pendidikan PPSA XVIII di Lemhannas pada April 2012 ini pernah menjabat sebagai Komandan Detasemen Markas (Dandenma) dan Wakil Asisten Operasi (Wasops) Komandan Paspampres pada 2006.

Perjalanannya sebagai anggota Paspampres kemudian berakhir, saat dia dialihkan menjadi Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dengan penempatan tugas di Sulawesi Selatan pada dari 2006 sampai 2008. Beranjak dari Sulawesi Selatan, Doni dipertemukan kembali dengan jajaran Paspampres. Namun, kali ini bukan lagi sebagai anggota, melainkan sebagai Komandan Grup A Paspampres dari 2008 hingga 2010.

BACA JUGA:  Pastor Markus Marlon, Imam yang Diminta Oleh Dewi Cinta untuk Terus Menulis Itu Telah Tiada

Kariernya di Paspampres terhenti lagi ketika pria pencinta alam ini ditugaskan sebagai Komandan Resort Militer (Danrem) 061 Surya Kencana Bogor pada 2010-2011. Selanjutnya, ia dipertemukan kembali dengan jajaran Koppasus, sebagai Wakil Komandan Jendral (Wadanjen) Kopassus pada 2011 hingga 2012. Doni sempat dipercayakan kembali untuk memimpin kembali Paspampres sebagai Komandan pada 2012 hingga 2014, sebelum kariernya melesat dengan diangkat sebagai Komandan Jendral (Danjen) Kopassus pada 2014 sampai 2015.

Dari Kopassus, Doni kemudian naik jabatan sebagai Panglima Kodam (Pangdam) XVI Pattimura pada 2015. Jabatan ini ia emban selama dua tahun. Lalu, ia dilantik menjadi Pangdam III Siliwangi pada 2017-2018. 

Jenderal Humanis

Dalam Operasi Militer Timor Timur, Doni bertugas sebagai Komandan Satuan (Dansat) Intel Kopassus. Mantan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao pernah menyebut Doni selalu menggunakan pendekatan humanis saat menjalankan operasi.  Doni juga melakukan pendekatan yang sama dengan Klandestin, jaringan bawah tanah Timor Leste yang berbahaya. Ia juga nekat mendatangi keluarga-keluarga simpatisan Falintil, sayap politik militer yang paling disegani di sana saat itu sambil membawa beras, makanan, dan baju. Masyarakat Timor Timur yang simpatik dengan pendekatan kemanusiaan bersedia memberikan informasi-informasi penting kepadanya.

Pencapaian gemilang Doni lainnya adalah berhasil menyelesaikan misi pembebasan kapal MV Sinar Kudus di Somalia. Doni masih menjabat sebagai Danrem 061 Surya Kencana Bogor saat terlibat dalam misi tersebut. Kapal MV Sinar Kudus milik PT Samudra Indonesia dibajak oleh perompak pada 16 Maret tahun 2011, saat berada di tengah Perairan Somalia.

Kini Doni dihadapkan dengan pekerjaan yang tidak mudah. Ia dan seluruh rakyat Indonesia berhadapan dengan musuh yang sosoknya tidak kelihatan, yakni virus corona. Semoga bangsa ini segera terbebas dari virus mematikan ini. (Td)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here