Senin, September 20, 2021
Beranda Sastra

Sastra

Puisi-puisi Pendeta Weinata Sairin tentang Hujan, Korupsi dan Korona

Hujan dan Korupsi Hujan itu kini hampir seperti korupsi setiap saat terjadi tanpa mengenal musim tanpa mengenal waktu Hujan itu kini nyaris seperti korupsi terjadi di mana-mana bisa kecil bisa besar bahayanya tetap mengancam Hujan dan korupsi hari-hari ini membelah negeri banyak yang kebanjiran karena hujan menumpahkan air dari langit hitam pekat Korupsi terus membanjiri diri sebagian warga...

Puisi Agust G, Thuru untuk Ulang tahun Presiden Jokowi

MERENDA KATA Untuk Ulang Tahun ke-60 Presidenku Aku merenda kata yang kutimba dari kedalaman hati menjadi seikat mawar kusangkutkan pada namamu di usiamu enam puluh tahun Dari hati aku merenda kata bersama segala rasa yang kusadap meniris dari berjuta jiwa yang hidupnya kau perjuangkan kata-kata cinta pada pengabdian Dengan sederhana aku...

Puisi Eka Budianta: Kepada yang Maha Merdeka, Pencipta Virus dan Matahari

KEPADA YANG MAHA MERDEKA PENCIPTA VIRUS DAN MATAHARI Ibu Bapak Adik Kakak mari kita bersyukur Berterima kasih kepada pemberi Tanah Air Yang menghadiahkan langit beserta isinya. Hari ini kita berdiri menghadap masa lalu Memandang ke masa depan, Dan merenungi detik-detik kemerdekaan. Terima kasih kepada yang menyuruh angin Mengibarkan...

Puisi-puisi Gusty Masan Raya

TEMPUSDEI.ID (25 APRIL 2021) DI BAWAH TUDUNG LANGIT Di atas pecah tanah yang menawarkan kebencian kami menunggu langit mengepak sayap dan bermimpi membuka tingkap cahaya rembulan yang menghilang tiba-tiba. Sesunyi jejak-Mu di hati pedih, kami hanya senoktah. Ke mana kami melangkah ke pintu kalau semua ruang terkatup. Serasa jalan untuk pulang...

PASKAH ADALAH

Puisi Weinata Sairin, Pendeta dan teolog PASKAH ADALAH Tatkala pagi gelap masih membelenggu pengap tatkala hidup didera derita menorehkan luka mengiris pedih Tatkala ada kebuntuan menganga melilit manusia tanpa daya Paskah hadir mencipta sejarah membuka horison menguak masa depan berlimpah harapan Tatkala sepi dan sunyi merasuki hati Tatkala kalkulasi kalkulasi kehilangan arti Tatkala batu besar tergeser dan terbuka...

Puisi-puisi Simply da Flores antara Mentari Senja dan Purnama, dan Gugatan Penistaan

ANTARA MENTARI SENJA DAN PURNAMA Menyusuri jalan lengang ke kampung lewati galau padang gersang susuri pepohonan lara dipanggang terik kemarau panjang Pandemi, polemik agama dan politik, debu kekerasan dan kobaran ketakwarasan zaman dan bom kesombongan Aku berhenti sejenak di tanjakan bukit sebelum masuk kampung, ke arah gunung terlihat...

Puisi Solilokui Padma Romo Mudji Sutrisno SJ

TEMPUSDEI.ID (23 APRIL 2021) SOLILOKUI PADMA Oleh Mudji Sutrisno SJ Februari 2021 Pagi ini kulihat padma di taman berbunga padma putih di belakang padma-padma merah di taman College Canisius Kuambil kamera hpku kupotret cekrak-cekrik tiga kali dua bagus fokus, satu melenceng ke kanan. Aku ke atas ke kamar kuambil kertas kugambar teratai itu di atas...

Puisi-puisi Simply da Flores untuk Umbu Landu Paranggi dan Daniel Dhakidae

KUDA MERAH: BERLARI DAN TERBANG Teruntuk Umbu Landu Paranggi, lelaki misterius Kuda Merah Kemarin kau masih berlari lewati kepulan asap dupa mewangi iringi tarian para gadis  Bali dan satria Dewata Mengukir pesona warna-warni pujian bagi para Dewa-Dewi yang membual dari rindu damba insani segenap penjuru bumi Masih...

Kado Ulang Tahun untuk Bunda Maria: Pada Gadis Dusun Itu

PADA GADIS DUSUN ITU... Oleh Simply da Flores Mata raga tak mampu rangkul cahaya fajar Pesona jiwa tak bisa selimuti wajah indahnya purnama Tanya zaman tak usai mengkaji temukan jawaban tuntas bagi pikiran Bahkan kemanusiaan dalam diri Maria, sang gadis dusun itu pun hanya diam pasrah tak berdaya Misteri...

Puisi-puisi Simply da Flores tentang Makna Maaf dan Korban

MAKNA MAAF DAN BERKORBAN Fajar pagi menyingsing terbitkan arti maaf dari kesadaran nurani jiwa sahaja menghalau gelap malam, pikiran galau dan rasa iri dengki dendam api cemburu rahim salah dosa Mata air tanah dari pegunungan dan batu padas semburkan makna maaf puaskan dahaga karena padang kekeringan dan gersang kehausan telah mendera raga, akibat kesombongan...

TERKINI

TERPOPULER