Sun. May 24th, 2026

Nicholas Saputra Temani Jejak-jejak Perjalanan Tolak Angin Menjadi Herbal Kelas Dunia

Nicholas Saputra menemani Sido Muncul menuju pelataran dunia. (ist)

Hari berganti, musim silih berganti, alam Indonesia tidak ingkar menyediakan susu dan madu bagi setiap anaknya. Alam yang kaya dan indah ini adalah bentuk konkret cinta Tuhan pada manusia.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk resmi meluncurkan kampanye terbaru Tolak Angin bertema “Dari Indonesia untuk Dunia” pada 18 Mei 2026. Namun iklan ini tidak dibuat seperti iklan herbal pada umumnya.

Alih-alih hanya menampilkan aktivitas minum produk, Sido Muncul memilih pendekatan yang lebih emosional, edukatif, dan relevan dengan generasi modern.

Mereka menggandeng Nicholas Saputra sebagai wajah baru Tolak Angin karena dianggap merepresentasikan sosok aktif, kritis, sehat, dan dipercaya publik.

Sido Muncul terus berikhtiar berkarya untuk Indonesia.

Dalam cerita iklan, Nicholas tidak langsung menjadi “bintang iklan”, melainkan tampil sebagai seseorang yang ingin mencari tahu sendiri bagaimana Tolak Angin dibuat.

Ia melakukan perjalanan ke pabrik Sido Muncul di Semarang, melihat langsung proses pemilihan bahan baku, laboratorium riset, proses produksi higienis, hingga hubungan perusahaan dengan petani herbal.

Konsep ini dibuat untuk membangun kedekatan emosional sekaligus menjawab kebutuhan konsumen modern yang kini tidak hanya percaya pada klaim, tetapi juga ingin melihat bukti dan proses di balik sebuah produk.

Sido Muncul juga sengaja menghadirkan pesan “jangan mudah dibawa angin” sebagai refleksi kondisi era digital saat ini, ketika masyarakat dibanjiri informasi yang belum tentu benar.

Karena itu, iklan ini bukan hanya menjual produk, tetapi juga mengajak masyarakat lebih kritis dan berbasis data.

Ubah Persepsi terhadap Herbal

Melalui kampanye ini, Sido Muncul ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap produk herbal Indonesia.

Selama ini jamu sering dianggap tradisional dan kuno. Lewat sosok Nicholas Saputra serta pendekatan visual yang modern, Sido Muncul ingin menunjukkan bahwa herbal Indonesia bisa tampil premium, ilmiah, dan relevan dengan gaya hidup generasi muda.

Sido Muncul ingin menegaskan bahwa Tolak Angin bukan hanya produk warisan turun-temurun, tetapi juga produk berbasis riset ilmiah (evidence based).

Karena itu, perusahaan memperkuat fasilitas penelitian, laboratorium farmakologi, hingga menggandeng institusi pendidikan seperti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Pemilihan Nicholas Saputra menjadi strategi untuk mendekatkan Tolak Angin dengan anak muda yang aktif, traveler, dan sadar kesehatan.

Nicholas dinilai memiliki citra intelektual, selektif, dan autentik — karakter yang dianggap cocok dengan arah baru Tolak Angin.

Melalui peluncuran portal Sido HerbalPedia, perusahaan ingin masyarakat memahami bahwa herbal juga bisa dipelajari secara ilmiah melalui penelitian, jurnal, dan data kesehatan.

Kampanye ini ingin menunjukkan bahwa produk Indonesia mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas lokalnya.

Menjadikan Tolak Angin sebagai Herbal Kelas Dunia

Sido Muncul, sebuah kebanggan Indonesia di mata dunia.

Di balik kampanye “Dari Indonesia untuk Dunia”, terdapat visi besar Sido Muncul menjelang usia ke-75 tahun: membawa Tolak Angin menjadi produk herbal kelas dunia.

Direktur Utama Sido Muncul, DR (HC) Irwan Hidayat, menegaskan bahwa masa depan industri herbal tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman tradisional, tetapi harus diperkuat dengan penelitian ilmiah yang mendalam.

Sido Muncul ingin Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pengguna jamu, tetapi juga sebagai negara eksportir herbal modern berbasis riset.

Membawa Tolak Angin Mendunia

Tema “Dari Indonesia untuk Dunia” menjadi simbol bahwa produk lokal Indonesia memiliki kualitas untuk diterima pasar internasional.

Fakta bahwa Tolak Angin sudah mulai dikenal wisatawan asing, khususnya mereka yang pernah datang ke Bali, menjadi sinyal bahwa produk herbal Indonesia memiliki peluang global yang besar.

Sido Muncul ingin membuktikan bahwa warisan leluhur Indonesia dapat berkembang melalui teknologi, laboratorium modern, dan penelitian kesehatan.

Menjadi Simbol Kebanggaan Nasional

Lebih dari sekadar produk kesehatan, Tolak Angin ingin diposisikan sebagai simbol keberhasilan industri herbal Indonesia yang mampu bertahan lintas generasi dan terus beradaptasi dengan zaman.

Kampanye “Dari Indonesia untuk Dunia” bukan hanya peluncuran iklan baru Tolak Angin. Ini adalah narasi besar tentang bagaimana produk herbal Indonesia bertransformasi: dari warisan tradisional menjadi produk modern berbasis riset yang siap bersaing di pasar global.

Dengan menghadirkan Nicholas Saputra sebagai representasi generasi modern dan memperkuat fondasi penelitian ilmiah, Sido Muncul ingin membangun masa depan baru bagi industri herbal Indonesia — lebih dipercaya, lebih mendunia, dan tetap berakar pada kekayaan alam Nusantara. (tD)

Related Post