Wed. Mar 11th, 2026

Universitas Tarakanita Jakarta, Sebuah Jejak Perjalanan Panjang Mendidik Bangsa

Dr. Antonius Singgih Setiawan - Rektor Universitas Tarakanita. (Foto: EDL)

JAKARTA – Langkah pertama memasuki pelataran Universitas Tarakanita di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, menghadirkan kesan yang menenangkan.

Pepohonan tumbuh rindang di berbagai sudut kampus, menghadirkan kesejukan di tengah hiruk-pikuk kota.

Saat musim buah tiba, pepohonan itu seakan memberi hadiah kecil bagi setiap orang yang beraktivitas di dalamnya. Suasana ini membuat kampus tersebut terasa seperti sebuah taman yang hidup—tempat tumbuhnya harapan, pengetahuan, dan masa depan.

Namun, seperti dijelaskan oleh Dr. Antonius Singgih Setiawan, rektor universitas ini, Universitas Tarakanita tidak lahir secara tiba-tiba di ruang kosong.

Rektor (tengah) bersama beberapa dosen muda, hendak membentuk anak bangsa yang cerdas, berintegritas dan bermakna. (EDL)

Sebagai universitas, kampus resmi berdiri pada 23 September 2025 ini, tetapi ia merupakan buah dari perjalanan panjang yang dimulai puluhan tahun sebelumnya.

Ia adalah perjalanan yang dilandasi tekad untuk melahirkan generasi bangsa yang mampu menentukan arah masa depan Indonesia dengan pengetahuan, integritas, dan kepedulian.

Pada awalnya, lembaga pendidikan ini memiliki misi yang sangat spesifik: memberdayakan perempuan Indonesia.

Gagasan itu lahir dari kesadaran bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa. Dengan pendidikan yang tepat, mereka tidak hanya mampu meningkatkan kualitas hidupnya sendiri, tetapi juga ikut menentukan arah perjalanan bangsa.

Semangat itu diwujudkan pada tahun 1968 melalui tangan dingin Suster Emmanuella CB yang merintis Lembaga Pendidikan Kejuruan Tarakanita (LPK Tarakanita). Lembaga ini dirancang untuk membekali perempuan muda dengan keterampilan profesional yang dibutuhkan dunia kerja pada masa itu.

Sepuluh tahun kemudian, pada 1978, lembaga ini semakin memantapkan perannya dalam pendidikan sekretari dan komunikasi.

Melalui Surat Keputusan Kopertis Wilayah II, lembaga tersebut resmi berganti nama menjadi Akademi Sekretari/Lembaga Pendidikan Kejuruan Tarakanita (Aksek/LPK Tarakanita).

Langkah Penting

Hendak berjalan bersama orang-orang muda di UTarki. (EDL)

Transformasi itu menandai langkah penting dalam pengembangan institusi yang semakin dikenal sebagai tempat pendidikan calon sekretaris profesional.

Perjalanan transformasi tidak berhenti di situ. Dalam perkembangan berikutnya, institusi ini kembali berbenah dan berkembang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita (STARKI).

Nama STARKI kemudian dikenal luas sebagai salah satu lembaga pendidikan sekretari dan komunikasi yang diperhitungkan di Jakarta.

Transformasi demi transforkasi tersebut bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga perluasan visi dan peran dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia.

Kini, dari kampus yang berlokasi di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Universitas Tarakanita ingin menempa generasi muda bangsa agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Nilai-nilai itu dirangkum dalam konsep CC5: Compassion, Celebration, Competence, Conviction, Creativity, dan Community. Nilai-nilai ini menjadi landasan pembentukan mahasiswa yang peduli pada sesama, mampu merayakan kehidupan dengan syukur, memiliki kompetensi profesional, berpegang teguh pada keyakinan moral, kreatif menghadapi tantangan, serta mampu membangun komunitas yang sehat.

Cerdas, Berintegritas dan Bermakna

Dr. Antonius Singgih Setiawan: Jejak panjang perjalanan membuat Universitas Tarakanita melangkah pasti. (EDL)

Dengan yakin, rektor yang murah senyum tersebut mengatakan, melalui visi “Cerdas, Berintegritas, dan Bermakna,” universitas ini berupaya melahirkan lulusan yang tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Di tengah perubahan zaman yang cepat, Universitas Tarakanita hadir sebagai kelanjutan dari sebuah perjalanan panjang pendidikan yang berakar pada nilai pelayanan dan kepedulian.

Dari lembaga kecil yang dahulu fokus pada pemberdayaan perempuan, kini ia berkembang menjadi universitas yang membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk bertumbuh dan berkarya.

Dan seperti taman rindang yang menyambut setiap langkah di pelatarannya, Universitas Tarakanita menawarkan ruang bagi siapa saja secara lintas agama, suku dan bangsa yang ingin belajar, berkembang, dan ikut menata masa depan bangsa. (EDL)

Related Post