Tue. Sep 8th, 2026

Di Tanah Flores yang Masih Bergetar, Sido Muncul Mengulurkan Harapan

Sido Muncul dan cinta untuk Flores

JAKARTA – Gempa mungkin telah berhenti mengguncang tanah Flores. Namun, bagi mereka yang kehilangan rumah, harta benda, atau rasa aman, kehidupan belum sepenuhnya kembali seperti semula.

Hari-hari setelah bencana bukan hanya tentang membersihkan puing dan mencari tempat berteduh. Ada kebutuhan untuk kembali makan, berobat, membangun rumah, menyekolahkan anak, dan perlahan-lahan menata kembali kehidupan yang sempat porak-poranda.

Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter pada 15 Agustus 2026 meninggalkan luka bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tetapi di tengah masa sulit itu, mereka tidak sepenuhnya berjalan sendirian.

Kepedulian datang dari berbagai penjuru. Salah satunya melalui PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul), yang menyalurkan bantuan senilai total Rp400 juta bagi masyarakat terdampak bencana di NTT.

Bantuan tersebut disalurkan melalui dua jalur. Sebesar Rp300 juta diberikan melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, sedangkan Rp100 juta lainnya disalurkan melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA).

Bagi Sido Muncul, bantuan itu bukan akhir. Justru sebuah awal.

“Ini baru mulai. Nanti kami akan lanjutkan karena sudah banyak yang mengajukan bantuan. Ada juga kelompok-kelompok masyarakat di sana yang mengajukan bantuan. Nanti akan kami salurkan kembali,” kata Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat.

Irwan mengatakan, perusahaan memilih menyalurkan bantuan dalam bentuk uang agar lebih mudah dikirim sekaligus memberi keleluasaan kepada masyarakat untuk menggunakannya sesuai kebutuhan paling mendesak.

“Bantuan dari kami dalam bentuk uang supaya lebih mudah dikirim. Kalau dalam bentuk barang, ongkos kirimnya mungkin lebih mahal,” ujarnya.

Pilihan itu juga mempertimbangkan kondisi di lapangan. Menurut Irwan, sejumlah toko masih beroperasi sehingga masyarakat dapat menggunakan bantuan untuk membeli kebutuhan yang benar-benar mereka perlukan.

Untuk menjangkau masyarakat, bantuan akan disalurkan melalui berbagai jalur. Selain memanfaatkan jaringan BPOM hingga ke daerah, Sido Muncul juga membuka kemungkinan menyalurkan bantuan secara langsung melalui gereja dan kelompok-kelompok masyarakat.

“Kalau dari BPOM nanti melalui Balai Besar POM, karena kantornya banyak di mana-mana. Kemudian yang kedua, kami juga akan langsung ke masyarakat, misalnya melalui gereja dan kelompok-kelompok masyarakat,” tuturnya.

Bukan Sekadar Bantuan Sesaat

Di balik bantuan tersebut, ada kesadaran bahwa kebutuhan masyarakat tidak berhenti ketika pemberitaan tentang gempa mulai surut.

Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, tantangan berikutnya adalah pemulihan. Rumah perlu diperbaiki. Mata pencaharian harus kembali berjalan. Kehidupan keluarga harus ditata ulang.

Karena itu, Sido Muncul juga berencana menggalang dukungan dari para pemasok atau supplier perusahaan yang ingin ikut membantu masyarakat NTT.

“Kami akan mencoba menggalang dana dari supplier-supplier kami, siapa tahu banyak yang mau membantu,” kata Irwan.

Ia menyampaikan rasa duka cita kepada masyarakat NTT yang terdampak bencana sekaligus berharap kehidupan mereka segera pulih.

“Saya juga ikut berduka cita untuk masyarakat NTT. Saya juga ikut mendoakan supaya semuanya segera bisa pulih kembali,” ujarnya.

Kepedulian serupa datang melalui BPOM. Kepala BPOM Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., mengapresiasi dukungan Sido Muncul melalui program Badan POM Peduli.

Menurut Taruna, bantuan yang terkumpul melalui program tersebut mencapai sekitar Rp1,29 miliar. Dana itu berasal dari kontribusi pegawai BPOM yang menyisihkan sebagian gaji setiap bulan serta dukungan mitra, termasuk perusahaan melalui program tanggung jawab sosial.

Bantuan yang terkumpul tidak hanya berupa uang. Ada pula obat-obatan, makanan siap saji, minuman, air bersih, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Jaringan BPOM yang tersebar melalui Balai Besar POM, Balai POM, Loka POM hingga Pos POM menjadi kekuatan tersendiri dalam mendistribusikan bantuan.

“Badan POM memiliki ratusan kantor cabang. Dalam pendistribusiannya, karena kami sudah berada di sana, akan lebih mudah,” jelas Taruna.

Keberadaan personel BPOM di lapangan memungkinkan kebutuhan masyarakat dipantau secara langsung. Dengan begitu, bantuan dapat diarahkan kepada mereka yang paling membutuhkan.

“Prinsipnya, kami akan menyalurkan bantuan secepatnya, bahkan mulai hari ini,” katanya.

Pada hari yang sama, Sido Muncul juga menyerahkan bantuan Rp100 juta melalui Kementerian PPPA. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Irwan Hidayat kepada Staf Ahli Menteri Kementerian PPPA Indra Gunawan, didampingi Inspektur Fakih Usman dan Asisten Deputi Susanti, di Kantor Sido Muncul, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

Bagi masyarakat yang sedang berusaha bangkit dari bencana, bantuan mungkin hanya sebuah angka dalam laporan perusahaan. Namun bagi mereka yang sedang bertahan, kepedulian itu dapat berarti lebih dari sekadar nominal.

Ia bisa menjadi bahan makanan untuk beberapa hari, obat yang dibutuhkan keluarga, atau bagian dari biaya memperbaiki rumah yang rusak.

Dan yang tak kalah penting, bantuan itu membawa sebuah pesan sederhana: di tengah tanah yang pernah bergetar, masih ada tangan-tangan yang bersedia mengulurkan harapan.

Related Post