Fri. Aug 14th, 2026

Sekolah Lansia Santa Clara, Ruang Bahagia untuk Tetap Aktif dan Terhubung

Dr. Andre Bangun Wibawa, M. Si membawakan materi yang menyegarkan para Lansia.

BEKASI — Lebih dari 100 lansia datang dan memenuhi ruang kelas Sekolah Lansia di Gereja Santa Clara, Bekasi Utara, Jumat (14/8/2026). Sebelum pukul 09.00 WIB, mereka telah berdatangan. Sebagian duduk berkelompok, sebagian lainnya sibuk bercengkerama dengan teman-teman yang sudah lama dikenal.

Suasana pagi itu terasa seperti sebuah pertemuan untuk melepas rindu. Ada sapaan, cerita, dan tawa yang sesekali pecah di antara percakapan. Cuaca yang cerah dan cenderung panas tak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti pembelajaran. Tepat pukul 09.00 WIB, kelas dimulai.

Hari itu, para lansia mendapatkan materi mengenai pentingnya menjaga kebahagiaan, memiliki tujuan hidup, membangun hubungan yang sehat, serta kemampuan mengelola stres. Materi tersebut disampaikan Dr. Andre Bangun Wibawa, M.Si, seorang psikolog sekaligus pengusaha muda.

Dengan gaya penyampaian yang cerdas sekaligus kocak, Andre berhasil mencairkan suasana. Para lansia beberapa kali tertawa, terhibur, dan terlihat bersemangat mengikuti pembelajaran.

Jalankan Hobi

Menurut Andre, kebahagiaan merupakan bagian penting dalam kehidupan lansia. Setiap lansia perlu tetap memiliki tujuan dan aktivitas yang membuat hidup terasa berarti. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menjalankan hobi.

Memasak, merawat bunga, berolahraga, atau melakukan kegiatan lain yang disukai dapat menjadi pilihan. Namun, hobi tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan usia.

“Jangan sampai hobinya justru membuat kita boros atau melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam pembelajaran tersebut.

Andre juga menyoroti persoalan yang kerap dialami lansia, yakni kesepian dan stres. Ketika aktivitas sehari-hari mulai berkurang dan lingkaran pergaulan menyempit, rasa sepi dapat muncul tanpa disadari.

Dr. Andre Wibawa: Jalankan hobi, dan bicaralah jika ada persoalan. 

Bicaralah

Karena itu, lansia perlu mencari kesibukan yang positif. Menjalankan hobi bisa menjadi salah satu jalan. Namun, ada hal lain yang tak kalah penting: berbicara dengan orang lain. Bicaralah.

Berkomunikasi dengan teman, keluarga, maupun sesama lansia dapat menjadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan sosial dan emosional. Sekolah Lansia sendiri menjadi salah satu ruang bagi para lansia untuk bertemu, belajar, berbagi pengalaman, sekaligus membangun pertemanan.

Kehadiran Sekolah Lansia di Santa Clara juga menarik perhatian dari lingkungan yang lebih luas. Laurensius Irwan, Ketua Umum Lansia dan teman-teman Keuskupan Agung Jakarta, hadir bersama sejumlah rekan untuk mengikuti pembelajaran.

Mereka ingin belajar dari pengelolaan Lansia Santa Clara untuk kemudian dapat menerapkan hal-hal yang baik dalam pembinaan lansia di tingkat Keuskupan.

Bagi Mudji PS, Ketua Lansia Santa Clara, pembelajaran tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para peserta. Ia menyampaikan terima kasih atas materi yang diberikan dan berharap pembelajaran di Sekolah Lansia dapat memberikan bekal yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Kegembiraan juga dirasakan peserta. Enie Widhiastuti selaku Koordinator Lapangan mengaku senang mengikuti pembelajaran, terlebih dengan materi dan cara penyampaian Andre yang menurutnya menarik dan menghibur.

Di balik tawa dan keceriaan yang memenuhi ruang kelas, Sekolah Lansia menyimpan pesan yang sederhana tetapi penting: menjadi lansia bukan berarti berhenti bertumbuh.

Ada ruang untuk belajar. Ada ruang untuk memiliki hobi. Ada ruang untuk berteman. Dan ada ruang untuk kembali menemukan tujuan.

Indonesia Ramah Lansia

Program Sekolah Lansia di Gereja Santa Clara merupakan bagian dari program Indonesia Ramah Lansia, lembaga nirlaba yang aktif mendorong terwujudnya lansia tangguh melalui konsep SMART: Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.

Indonesia Ramah Lansia mengelola ratusan Sekolah Lansia serta berbagai program pembinaan terpadu yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Pagi itu, ruang kelas di Santa Clara bukan sekadar tempat belajar. Ia menjadi ruang perjumpaan—tempat para lansia tertawa, berbagi cerita, menambah pengetahuan, dan saling menguatkan.

Sebab pada akhirnya, bahagia di usia lanjut bukan hanya tentang berapa lama seseorang hidup, tetapi juga tentang bagaimana ia tetap memiliki alasan untuk bangun, berkegiatan, bertemu orang lain, dan berkata kepada dunia: saya masih punya tujuan. (tD)

Related Post