Wed. Apr 8th, 2026
Irwan Hidayat dan perusahaan jamunya Sido Muncul kembali meraih penghargaan di bidang Lingkungan Hidup.

JAKARTA – Untuk keenam kalinya berturut-turut, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menegaskan pijakan kuatnya dalam praktik bisnis berkelanjutan.

Perusahaan jamu terbesar di Indonesia itu meraih penghargaan PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup—sebuah capaian yang tidak hanya mencerminkan kepatuhan, tetapi juga konsistensi dalam menjaga lingkungan.

Penghargaan ini melanjutkan tren impresif sejak 2020 hingga 2024. Dalam momentum yang sama, Direktur Sido Muncul, DR (HC) Irwan Hidayat, kembali menerima Green Leadership PROPER 2025—penghargaan yang kini telah ia raih empat kali berturut-turut.

Penyerahan penghargaan berlangsung pada 7 April 2026 di Gedung Sasono Langen Budoyo, kawasan Taman Mini Indonesia Indah.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyerahkan langsung penghargaan tersebut, didampingi Bambang Patijaya dan Sudharto P. Hadi dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER.

Di panggung yang sama, Hanif menegaskan bahwa PROPER bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebutnya sebagai alat ukur konkret kontribusi dunia usaha terhadap lingkungan.

Setiap perusahaan kata Hanif, diwajibkan memiliki dokumen lingkungan yang ketat, dengan pelaporan berkala setiap enam bulan sebagai dasar evaluasi ketaatan.

“Peringkat biru bukan hal yang mudah. Ini menunjukkan kepatuhan serius terhadap dokumen lingkungan. Sementara yang meraih emas, ini adalah kebanggaan luar biasa,” ujarnya.

Lebih dari sekadar simbol, PROPER kini juga berdampak pada persepsi pasar. Menurut Hanif, perusahaan dengan peringkat hijau dan emas cenderung mendapatkan kepercayaan lebih dari publik, bahkan berdampak pada peningkatan nilai saham.

Di tengah keterbatasan akses masyarakat terhadap kondisi operasional perusahaan, peringkat PROPER menjadi indikator yang mudah dipahami sekaligus kredibel.

Namun, Hanif mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah garis akhir. Konsistensi kinerja lingkungan menjadi kunci utama. “Ini bukan soal simbol. Ini soal masa depan lingkungan kita,” tegasnya.

DR (HC) Irwan Hidayat, Direktur Sido Muncul, bersama Manager Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono di acara Anugerah Lingkungan PROPER.

Membangun Kepercayaan Lewat Lingkungan

Bagi Irwan Hidayat, capaian ini bermuara pada satu hal: kepercayaan. Dalam keterangannya kepada media, ia menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian penting dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap perusahaan.

“Sebagai perusahaan, yang paling kami butuhkan adalah kepercayaan masyarakat. Dan menjaga lingkungan adalah salah satu cara kami membangun kepercayaan itu,” ujarnya.

Komitmen tersebut, menurut Irwan, bukan formalitas. Ia telah menjadi bagian dari keseharian operasional perusahaan. Prinsipnya sederhana namun mendasar: kualitas lingkungan mencerminkan kualitas produk.

“Kalau kami bisa berbuat baik terhadap lingkungan, maka kepada konsumen seharusnya kami bisa jauh lebih baik,” kata Irwan.

Di balik capaian individu sebagai penerima Green Leadership, Irwan justru menyoroti peran tim. Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai hasil kerja kolektif, terutama tim lingkungan di pabrik yang bekerja konsisten menjaga standar keberlanjutan.

Inovasi Lingkungan dari Hulu ke Hilir

Komitmen Sido Muncul terhadap lingkungan diterjemahkan ke dalam berbagai inisiatif konkret. Mulai dari efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, hingga pengelolaan limbah yang telah mencapai zero waste.

Manager Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menjelaskan bahwa lebih dari 90 persen energi yang digunakan perusahaan kini berasal dari sumber terbarukan. Langkah ini secara signifikan menekan emisi karbon.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan efisiensi penggunaan air, pengelolaan limbah B3, serta pengurangan limbah non-B3 melalui pendekatan Life Cycle Assessment (LCA).

Fokusnya adalah pada titik-titik produksi dengan dampak terbesar (hotspot), guna memastikan efisiensi sumber daya sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan.

Upaya ini tidak berhenti di dalam pabrik. Melalui program SMARTANI (Sentra Mandiri Agro Ternak dan Inovasi), perusahaan memperluas dampaknya ke masyarakat. Program yang dijalankan di Desa Bergas Kidul ini dirancang untuk menjawab tantangan alih fungsi lahan dan menurunnya minat generasi muda di sektor pangan.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq.

SMARTANI menghadirkan berbagai inisiatif, mulai dari bank ternak bergulir, pusat pembelajaran pertanian dan peternakan, hingga pemanfaatan limbah organik.

Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan lahan dan memperkuat ketahanan pangan desa.

Dari Kepatuhan Menuju Transformasi

Ketua Dewan Pertimbangan PROPER, Sudharto, menilai bahwa PROPER adalah instrumen verifikasi yang menuntut lebih dari sekadar kepatuhan. Peringkat emas, menurutnya, hanya bisa diraih melalui sistem yang kuat dan konsistensi jangka panjang.

Ia menyebut Sido Muncul sebagai contoh transformasi nyata—dari perusahaan dengan peringkat rendah hingga mampu meraih PROPER Emas secara berkelanjutan. Kunci keberhasilan tersebut terletak pada inovasi, kepedulian terhadap masyarakat, serta kemampuan membangun sistem yang solid.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kinerja lingkungan kini menjadi bagian integral dari penilaian ESG (Environmental, Social, and Governance), yang semakin diperhatikan investor.

Dalam konteks ini, keberhasilan menjaga lingkungan tidak lagi bertentangan dengan pertumbuhan ekonomi.

“Tidak ada lagi dikotomi antara lingkungan dan ekonomi. Lingkungan baik, ekonomi juga ikut baik,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap isu lingkungan, kisah Sido Muncul menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar strategi komunikasi, melainkan fondasi bisnis.

Dari pabrik hingga desa, dari efisiensi energi hingga pemberdayaan masyarakat, upaya tersebut membentuk satu narasi yang utuh: bahwa menjaga lingkungan adalah investasi jangka panjang—bagi perusahaan, masyarakat, dan masa depan. (tD/01)

Related Post