Uskup Jayapura Tantang Cendiawan Katolik Papua

Dalam khotbahnya pada Misa Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Cendekiawan Awam Katolik Papua (ICAKAP) St. Ignatius Loyola Periode 2023-2027 dan Dewan Pastoral Kampus di Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena, Jayapura (5 April 2024), Uskup Jayapura Mgr Yanuarius Theopilus Matopai You, menyampaikan “tantangan terbuka” kepada para cendikiawan Katolik Papua.

Pada kesempatan itu, Uskup Yan You meminta seluruh jajaran pengurus ICAKAP dan Dewan Pastoral Kampus dari sejumlah perguruan tinggi di Jayapura untuk tampil dengan kualitas berbeda, berani memperjuangkan nilai kebenaran dan keadilan, serta proaktif mengupayakan kebaikan bersama (bonum commune).

“ICAKAP harus berani perjuangkan kebenaran dan keadilan, bukan jadi pengecut. Kepercayaan pada Yesus yang bangkit harus menghasilkan buah kebangkitan dengan tindakan nyata,” tegas Uskup yang mendasarkan khotbahnya pada Injil Yohanes 21: 1-14 tentang peristiwa Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di Danau Tiberias.

Dalam konteks yang sama, Uskup Yan You juga mengajak para pengurus ICAKAP untuk berani tampil mewartakan iman akan Yesus yang bangkit, seperti yang dilakukan para rasul, tanpa ada rasa takut.

Berani jadi Pewarta Iman

Menurut Uskup Yan You, puncak Iman Kristiani ada dalam peristiwa kebangkitan Yesus dari kematian-Nya.  Jikalau Tuhan Yesus tidak bangkit jelasnya, maka agama Kristen tidak ada di lima benua.

Uskup Yan You juga meminta para pengurus Dewan Pastoral Kampus bersama seluruh dosen dan pegawai Katolik, baik di Universitas Cenderawasih Jayapura, USTJ, Poltekes Jayapura, dan sejumlah kampus lainnya untuk berani menjadi pewarta iman dalam kampus melalui sikap, perilaku, dan kualitas yang berbeda.

“Kalian harus jadi pewarta kabar gembira di Kampus melalui pengajaran yang berkualitas. Sama seperti Yesus menampakkan diri berulang kali untuk meyakinkan iman para murid-Nya, maka kalian juga harus mengajar berulang kali. Tunjukkan bahwa dosen Katolik itu rajin lakukan penelitian, berintegritas, dan berkualitas,” pinta uskup Orang Asli Papua pertama ini.

Ketua Dewan Pastoral Kampus Dr. Petrus Bahtiar dalam sambutannya pada acara ramah tamah usai misa mengaku sangat bersyukur atas momen pengukuhan pengurus tersebut.

Petrus berharap, semua perguruan tinggi di Jayapura mendukung semangat Gereja  Katolik Keuskupan Jayapura sebagai Gereja yang mandiri dan misioner. (Gus Masan Raya)