Semalam di Cianjur

131

K ota Cianjur, sebuah kota yang sejuk di Jawa Barat mula-mula dikenal karena tersebut dalam sebuah lagu populer  yang didendangkan oleh Alfian,  penyanyi top Indonesia era 1960 an.

Pada tahun 1970-an, nama Cianjur pernah tenar sebagai lumbung pangan Indonesia dengan sebuah brand produk unggulan  yaitu beras Pandanwangi.

Hari Senin, tanggal 21 November 2022 nama Cianjur kembali viral bergema oleh karena diguncang bencana alam gempa bumi berkekuatan 5,6 skala Rihcter.

Gempa di sesar  Cugenang yang meluluhlantakan sebagian wilayah Cianjur.

Efek longsoran dan pergerakan tanah menimbulkan kerusakan kontruksi bangunan  dan rumah rawan gempa sekaligus ikut memakan korban jiwa ratusan warga di kaawasan Cianjur serta kerugian material yang tidak kecil.

Sudah sejak hari pertama tahapan emergensi, konsolidasi dan mobilisasi bantuan segera datang mengalir dari berbagai kalangan dan lapisan  masyarakat.
Presiden

Jokowi datang, relawan hadir, truk truk militer hilir mudik siang malam di kawasan Cianjur. Solidaritas spontan adalah ciri khas kemanusiaan  bangsa Indonesia yang mengharukan sekaligus menguatkan.

Bersatu padu membantu warga masyarakat terdampak. Para warga  Cianjur korban gempa  itu tidak sendirian walau harus mengungsi di tenda darurat yang dingin.

Yeni seorang wanita sintal berkulit putih  dengan kecantikan khas Sunda, seorang aktivis yang cukup terkenal  di Cianjur mengungkapkan menjelang tutup tahun 2022 bahwa, sudah lewat sebulan  pasca gempa, kebutuhan  vital warga korban saat in yang belum tercukupi adalah pasokan air bersih untuk konsumsi maupun MCK bagi warga korban.

Air tanah dan sumur di sekitar area terdampak tersebut entah mengapa kini kering atau menguning.

Teti Mulia Fitriani, seorang koordinator lapangan sekaligus pengurus desa di titik Tenda Kemensos Kampung Panumbangan Rt. 03 Rw. 01 Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur  mengatakan bahwa walau warga sudah cukup kuat dan tabah menghadapi bencana  dengan berbagai dukungan dan bantuan namun kebutuhan akan kebersihan dan kesehatan ibu anak  di lokasi bencana masih sering berkekurangan.

Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jakarta Utara  adalah salah satu dari ratusan kelompok masyarakat  dan relawan yang ikut datang menyambangi warga Cianjur di lokasi bencana, Selasa, 27 Desember 2022. H. Hanafi Syaf, S. Sos, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Jakarta Utara, ketika menyerahkan amplop donasi senilai 10 juta rupiah menekankan bahwa dukungan bagi sesama warga bangsa yang menderita merupakan wujud nyata dari prinsip kesatuan persatuan bangsa sekaligus kemanusiaan yang adil dan beradab. (Didi Nong Say)