Inilah Arti di Balik Selebrasi Messi Setiap Kali Cetak Gol, Ada Tekad, Cinta dan Bakti

316
Selebrasi Messi untuk Neneknya Celia. (ist)

Selebrasi Messi setiap kali cetak gol itu ternyata untuk Neneknya. Kok, bisa? Di baliknya ada tekad, bakti dan cinta. Wow!

Salah satu selebrasi Messi setiap kali mencetak gol adalah “menengadakan kepalanya ke langit dan mengangkat kedua tangannya menunjuk ke langit”.  Setelah itu dia menundukkan kepala  dan membuat tanda salib.

Inilah selebrasi penuh hormat dan cinta Messi untuk neneknya bernama Nenek Celia Olivera Cuccittini.

Sang Nenek meninggal pada tahun 1998 ketika ayah tiga anak itu baru berusia 11 tahun.

Messi sangat sayang kepada neneknya ini. Sang Nenek menempati tempat tersendiri dalam hati Messi. Betapa tidak?

Nenek Celia, sebagaimana nenek-nenek lain, sangat menyayangi cucu-cucunya.

Istimewanya, sang Nenek Celia adalah orang yang sangat penting dan berjasa untuk awal perjalanan dan titik berangkat Messi menuju predikat mega bintang dunia.

Tidak alpa membuat selebrasi untuk Nenek.

Antar ke Klub

Seperti dilansir sportbible.com, di keluarga, Nenek Celia yang selalu mendorong Messi untuk jadi pemain bola, walau kedua kakak Messi yang lain juga pemain bola.

Di saat yang lain kurang antusias mendukung, Celia-lah yang ambil tindakan mengantar Messi ke klub sepak bola anak-anak.

Dia juga yang mendorong manajer klub sepak bola lokal tempat Messi kemudian bergabung untuk mengizinkan cucunya bermain melawan pemain-pemain yang lebih besar.

Suatu hari, seperti biasa, Messi dan seluruh keluarga pergi ke sebuah klub, termasuk Nenek Celia. Saat itu, saudara laki-laki dan sepupu Messi akan bermain. Masing-masing dalam kategori usia sendiri-sendiri.

Messi masih sangat kecil. Dan karenanya belum ada kategori untuknya.

Namun, saat itu, salah satu dari kategori yang ada kekurangan pemain.

Mengetahui hal ini, Nenek Celia menghampiri manajer. Ia meminta agar Messi mengisi kekurangan pemain itu.

Tapi melihat badan Messi yang masih kecil, sang manajer berkata, “Bagaimana kita bisa biarkan dia bermain? Dia terlalu kecil, dia tidak bisa bermain.”

Selebrasi bagi Nenek Celia.

Nenek Celia tidak menyerah. “Nenek saya tetap bersikeras. Kata Nenek, ‘biarkan dia bermain, biarkan dia bermain.’”

Nenek Celia dengan semangat mengatakan, “Dia sangat dicintai oleh semua orang di klub,” sambil terus menuntut agar Messi dimainkan.

Dan akhirnya, Messi kecil benar-benar diturunkan. “Saya mencetak dua gol meskipun sejujurnya, saya tidak terlalu ingat karena saya masih sangat kecil. Tapi itulah kisah yang biasa diceritakan Nenek saya,” kata Messi seperti ditulis Michael Part dalam The Amazing Story of Leo Messi.

La Pulga selalu ingat Nenek Celia.

Diceritakan juga dalam buku yang sama pada bab Tim Terburuk di Kota, Messi muda muda sempat frustrasi karena tidak bermain sepak bola.

Lagi-lagi Nenek Celia ambil peran. Dia menyarankan agar Messi bermain untuk “tim terburuk” di kotanya, yakni Tim Grandoli.

“Mungkin kabar baik bagimu bahwa pemain-pemain di Grandoli bermain jelek,” kata Celia.

Messi bingung dengan pernyataan neneknya itu. Messi bertanya, “Mengapa itu justru menjadi kabar baik bagi saya?”

Nenek Celia menjawab: “Tim yang buruk membutuhkan pemain hebat, bukan?”

Masih bingung dengan apa yang dia maksudkan, Celia mengatakan kepada Messi muda: “Kamu, Leo. Mereka membutuhkanmu. Mereka tidak tahu seberapa bagus kamu. Jadi nanti kamu tunjukkan kepada mereka.”

Nenek Celia pun mendatangi pelatih Aparico dan meyakinkannya untuk memberikan kesempatan kepada “Leo kecil” di lapangan, meskipun ukuran tubuhnya “kritis” dibandingkan dengan pemain lain.

Messi, sang Mega Bintang.

Dan ternyata! Messi melampaui semua ekspektasi, dan membuat Aparicio tercengang dengan kemampuannya menggiring bola.

Aparicio bertanya kepada Celia: “Apakah kamu melihat itu? Mereka tidak bisa mengguncangnya! Dia seperti kutu yang tidak bisa disingkirkan!”

Tapi momen yang menentukan bagi Messi datang ketika tendangan kaki kirinya yang kuat berhasil melewati kaki penjaga gawang dan lahirlah selebrasinya.

Part menulis, “Messi tidak bisa mendengar sorakan setelah dia mencetak gol. Yang bisa dia dengar hanyalah suara neneknya yang meneriakkan namanya.”

Tulis Part lagi, “Dia melihat ke tribun. Ketika dia melihat neneknya, dia tersenyum. Kemudian dia mengangkat kedua jarinya ke udara seolah berkata, ‘Itu untukmu, Nenek.’”

Celebrasi ini yang hingga saat ini tetap ia peragakan setiap kali mencetak gol.

Nenek Celia tentu tersenyum dari surga menyaksikan cucu kesayangan benar-benar telah menjadi pesepak bola paling hebat di dunia seperti yang pernah ia katakan kepada Messi.

Beristirahatlah dalam Damai Abadi dengan gembira, Nenek Celia.

(Emanuel Dapa Loka, mengolah dari beberapa sumber antara lain dari sportbible.com)