Di Bawah Guyuran Hujan, Para Pria ini Tetap Berdoa Rosario

162
Mereka tetap berdoa Rosario di bawah guyuran hujan.

Ratusan pria berkumpul pada 8 Oktober di depan Basilika Our Lady of Lourdes di Bogotá, Kolombia, untuk bergabung dengan Rosario Pria di seluruh dunia. Mereka mendaraskan doa Maria di bawah hujan yang turun di ibu kota Kolombia itu.

Rosario Pria diadakan pada 8 Oktober di puluhan negara, sebuah inisiatif yang berasal dari Polandia dan Irlandia pada tahun 2018. Dalam beberapa tahun Rosario ini telah menyebar ke negara-negara lain pada tanggal yang berbeda.

Rosario Pria 8 Oktober adalah yang pertama diadakan di seluruh dunia. Tujuannya adalah agar rosario didaraskan 24 jam sehari di beberapa kota di planet ini.

Di Kolombia, Rosario Pria didoakan di Cali, Bucaramanga, Barranquilla, Santa Marta, Bogotá, dan kota-kota lain.

Di Bogota, para pria yang ditemani oleh beberapa wanita berkumpul di Plaza de Bolívar dan di lapangan terbuka Basilika Kecil Our Lady of Lourdes.

Sebuah video menunjukkan, beberapa menit setelah doa dimulai, hujan mulai turun di atas orang-orang yang berkumpul. Hujan itu tidak menghentikan mereka untuk terus berdoa, bahkan ada yang berlutut.

Sementara beberapa dari umat beriman menutupi diri mereka dengan payung, yang lain tetap berlutut tanpa perlindungan apapun.

Selama refleksi untuk misteri, umat beriman berdoa untuk anak-anak yang diaborsi, keluarga mereka, dan untuk pihak berwenang.

Doa di depan Basilika Our Lady of Lourdes diselenggarakan oleh kelompok Rosario de San José, diikuti oleh organisasi awam lainnya seperti Gerakan Solidaritas Katolik, Misi untuk cinta Tuhan di seluruh dunia, Lazos de Amor Mariano (Ikatan Cinta Maria), Regnum Christi, dan lain-lain.

Mengapa Rosario Pria?

Di situs web mereka, pencetus Rosario Pria menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk memenuhi kehendak Perawan Maria, yang merupakan kehendak Putranya, Yesus Kristus.

Mereka mencatat bahwa “peran manusia dalam rencana Allah adalah untuk melindungi kehidupan kekal semua orang yang telah Allah berikan di bumi ini.”

“Sama seperti St. Joseph adalah pelindung Keluarga Kudus duniawi, kita juga memiliki tugas untuk membela kesucian keluarga dan orang-orang terkasih kita. Kami ingin melakukannya bersama-sama, dalam komunitas pria. Dalam persatuan ini, kami memperkuat identitas laki-laki dan kebajikan maskulin kami,” jelas promotor gerakan doa itu. (CAN/tD)