Pemuda Katolik Dorong Penambahan Anggaran untuk BP2MI

58

Pemuda Katolik mengapresiasi predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang  Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) peroleh dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Tahun 2021.

“Predikat WTP ini merupakan bukti bahwa selama ini BP2MI bekerja serius menyelesaikan berbagai persoalan yang sangat kompleks terkait pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI),” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma pada Kamis (22/9/2022).

“Kiprah dan langkah-langkah yang diambil BP2MI, kami sudah melihat secara langsung bagaimana bentuk perlakuan sebuah Lembaga negara kepada Pekerja Migran yang nota bene merupakan pahlawan devisa,” ujar Gusma.

Namun, Gusma menyayangkan anggaran tahunan BP2MI selama ini kecil. Kata Gusma, jika dibandingkan dengan tugas dan tanggungjawab BP2MI menjaga dan melindungi pekerja migran Indonesia di seluruh dunia, apalagi dalam memerangi sindikasi PMI Ilegal yang sangat massif, sangat tidak seimbang.

Karena itu, Gusma mendorong agar BP2MI mendapatkan penambahan anggaran. Hal ini mengingat anggaran tahun 2021 hanya 316 Milyar, tahun 2022 hanya 304 milyar dan rata-rata BP2MI  memperoleh anggaran sekitar 300 milyar per tahun. (*/tD)