Ketika Buku “Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan” Menyesatkan

360

Oleh Emanuel Dapa Loka, Wartawan dan penulis biografi

Semoga hal ini tidak terulang lagi. Kalau masih terulang lagi, ini  namanya lebih bodoh dari keledai!

Dalam buku berjudul Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan terbitan Kemdikbud yang ditulis oleh  Zaim Uchrowi dan Ruslinawati tersua kesalahan fatal nan menyesatkan. Buku tersebut merupakan buku ajar untuk siswa kelas VII atau kelas 1 SMP.

Di halaman 79 kedua penulis bermaksud memberikan deskripsi singkat  tentang “agama-agama resmi” di Indonesia.

Sebenarnya, pada pengantar deskripsi, tidak ada masalah. Tersua dalam halaman tersebut:  Dengan beragama secara benar akan membuat setiap orang menjadi pribadi yang baik dalam menjalankan kehidupan sehari (hari).  Agama akan menenteramkan jiwa dan membuat kehidupan  mesyarakat menjadi damai, apa pun keyakinan agama yang dianutnya. Hal tersebut merupakan keadaan yang patut disyukuri.

Setelah itu, penulis memberikan deskripsi atas agama Islam. Sampai di sini belum ada masalah.

Lalu tentang agama Protestan, penulis menjelaskan: Agama Kristen Protestan mulai berkembang setelah kedatangan bangsa-bangsa Eropa, terutama Belanda dan Inggris, sekitar abad 17.

Lalu dilanjutkan: Tuhannya adalah Allah, Bunda Maria dan Yesus Kristus sebagai tiga yang tunggal atau Trinitas. Injil menjadi Kitab Sucinya. Umat Kristen Protestan wajib beribadah setiap akhir pekan di gereja masing-masing.

Masuk dalam penjelasan tentang agama Katolik, penulis menjelaskan: Agama Katolik mulai berkembang bersamaan dengan kedatangan bangsa Spanyol dan Portugis di abad 16. Tuhannya sama dengan Kristen Protestan, yakni Trinitas Allah, Bunda Maria dan Yesus Kristus. Kitab Sucinya juga Injil. Dengan peribadatan sendiri, berbeda dengan Protestan, Umat Katolik wajib beribadah setiap akhir pekan di gereja Katolik.

Di halaman 79 terjadi kesalahan fatal. (ist)

Semua deskripsi tentang Agama Protestan dan Katolik tersebut menyesatkan. Pertama: pernyataan “Tuhannya adalah Allah, Bunda Maria dan Yesus Kristus”, salah total. Bunda Maria tidak termasuk dalam Trinitas. Yang masuk Trinitas adalah Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus (dan ketiganya Esa).

Kedua, soal Kitab Suci, penulis katakan: Kitab Suci orang Protestan dan Katolik adalah Injil. Ini pun salah, sebab Kitab Suci kedua agama tersebut bukan hanya Injil tapi juga kitab-kitab dalam Perjanjian Lama (dari Kejadian sampai Maleaki) dan Perjanjian Baru (dari Matius sampai Wahyu).

Jadi sebenarnya, penulis hanya perlu katakan: Kitab Suci Agama Protestan dan Katolik adalah  Alkitab yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Hal lain yang ditonjolkan adalah Protestan dan Katolik masuk ke Indonesia bersamaan dengan datangnya bangsa Eropa yang menjajah. Rupanya, dia mau menegas-negaskan bahwa Agama Protestan dan Katolik adalah agama penjajah.

Pada bagian disclaimer dikatakan bahwa buku ini telah ditelaah oleh berbagai pihak. Namanya-nama penelaah berderet-deret di sana. Pertanyaannya, apa kerja orang-orang ini? Hanya pajang namakah?

Sebenarnya, kalau memang tidak paham atau ragu-ragu, bertanyalah kepada mereka yang paham atau ahli pada bidangnya! Atau, jangan-jangan mereka memang sama sekali tidak peduli karena deskripsi itu bukan tentang agama mereka. Atau jangan-jangan memang secara sengaja ingin menyesatkan?

Kalau kita cermati sejenak, Zaim Uchrowi, mengikuti “gaya zaman sekarang”, “bukan orang sembarangan”. Di instagramnya tersua, dia adalah seorang doktor dan pernah menjadi Redaktur TEMPO (1987-1990), Pemred Republika (2000-2002), Dirut PT Balai Pustaka (2007-2012).

Namun, rekam jejaknya sangat berbanding terbalik dengan hasil karyanya tersebut. Hasil yang ada, jelas-jelas hasil kerja asal-asalan. Masa kerja seorang sekelas Uchrowi hanya sereceh itu? Saya curiga, buku ini hanya diproyekkan, dikerjakan orang lain, tapi memajang nama Zaim Uchrowi dan Ruslinawati.

Kalau mau membuat pembedaan yang sederhana antara Protestan dan Katolik, tidak sulit. Atau kalau tidak tahu, bertanyalah!

Perbedaan keduanya antara lain: satu-satunya sumber iman Protestan adalah Alkitab, sedangkan Katolik, selain Alkitab masih ada “Tradisi Suci” dan Magisterium atau Ajaran Resmi Gereja.

Selain itu, Agama Katolik memiliki hierarki kepemimpinan yang dimulai dari Paus lalu Uskup dan Imam, sedangkan Protestan, tidak ada.

Yang lain lagi, dan ini sangat menonjol, Gereja Katolik sangat menghormati Bunda Maria (bukan menyembah), sedangkan Protestan tidak.

Penghormatan yang tinggi kepada Bunda Mariadi Gereja Katolik tampak antara lain dari aneka gelar yang diberikan kepada Bunda Maria, misalnya: Bunda Allah, Bunda Gereja, Perawan Terberkati, Bunda Kerahiman Ilahi, Hawa Baru, Ratu Surga dan masih banyak lagi.

Jadi, kalau tidak tahu, bertanyalah. Jangan malu, akhirnya malu-maluin! Atau sekali lagi, jangan-jangan punya niat jelek…!

“Untunglah” (selalu ada untungnya), yang tertimpa kesalahan fatal ini adalah Protestan dan Katolik. Andai yang tertimpa adalah “agama lain”, pastilah langsung disebut penistaan agama lalu merasa wajib melakukan pembelaan, atau setidaknya, muncul pihak-pihak tertentu yang langsung bikin somasi dan seterusnya dan seterusnya.

Walau Kemdikbud telah menyatakan menarik buku tersebut, namun ini tidak menyelesaikan masalah sebab buku sudah beredar ke mana-mana dan telah melahirkan kesesatan demi kesesatan.

Namun, apa boleh dikata! Semoga hal ini tidak terulang lagi. Kalau masih terulang lagi, ini namanya lebih bodoh dari keledai!