Pria Pengantar Pizza Ini,  Pahlawan di Balik Penyelamatan Heroik Lima Anak dari Kebakaran Hebat

207
Nicholas Bostic, pengantar pizza, seorang pahlawan kemanusiaan.

Tindakan heroik dan melupakan keselamatan diri kerap kali datang tak terduga, dan dari orang-orang yang tak disangka-sangka.

Hal seperti inilah yang terjadi dengan Nicholas Bostic, seorang pengantar pizza saat berkendara melewati sebuah rumah yang terbakar pada tengah malam, minggu lalu (16/7) di Lafayette, Lousiana, Amerika Serikat.

Reaksi pertamanya adalah langsung menuju ke api, terlepas dari bahaya apa pun bagi dirinya sendiri.

Bostic saat bertemu Wali Kota Lafayette, Tony Roswarski.

Pria berusia 25 tahun itu berlari ke dalam rumah dari pintu belakang dan mencoba memberi tahu siapa pun yang ada di dalam rumah. Ternyata, tanpa sepengetahuannya, ada lima anak berusia antara 1 dan 18 tahun di dalam rumah itu.

Bostic berjuang membawa mereka ke tempat yang aman. Saat dalam misi penyelamatannya, anak-anak memberi tahu dia bahwa ada seorang anak berusia 6 tahun yang terperangkap di lantai atas.

Tanpa pikir panjang, Bostic langsung menuju ke atas untuk menemukan anak itu. Dia kemudian mengambil anak itu dan melompat dari jendela lantai dua.

Seperti yang dibagikan Bostic kepada jurnalis Dave Bangbert:

“Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya, tetapi sepertinya saya menerima bahwa saya mungkin akan mati, di sana, malam itu. Tapi itu adalah ketenangan yang aneh. Saya hanya harus bekerja secepat yang saya bisa.”

Menurut Departemen Kepolisian Lafayette, anak itu “secara ajaib sebagian besar tidak terluka.”

Bostic mengalami cedera, beberapa bagian tubuhnya seperti tangannya harus dijahit. Dia juga banyak menghirup asap pekat.

Bostic mendapatkan banyak pujian sebagai seorang pahlawan. Dia telah bertemu dengan wali kota Lafayette, Tony Roswarski dan orang tua anak-anak tersebut.

Mereka juga sesungguhnya berusaha mengatasi kebakaran itu. Mereka merasa Bostic adalah kiriman Tuhan.

Bostic tampaknya sedikit tidak nyaman dengan status yang disematkan banyak orang padanya. “Semua orang mengatakan, pahlawan-ini atau pahlawan-itu. Saya tidak tahu tentang itu. Aku hanya seorang pria.” Yah, itu benar-benar pria yang sangat berani! (tD/Aleteia)