Romo Baltasar Lukem SVD, Misionaris Indonesia di Rusia, Bangga dengan Kunjungan Jokowi

1463
Romo Baltasar Lukem SVD, misionaris Indonesia di Rusia. (ist)

Atas kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia pada 30/6/22 di tengah berbagai kekhawatiran, Romo Baltasar Lukem, SVD, misionaris asal Indonesia yang telah berkarya di Rusia selama 22 tahun, mengaku sangat bersyukur dan bangga.

“Puji Tuhan, perjalanan Bapak Presiden Jokowi beserta rombongan aman dan  tiba dengan selamat di Kiev dan Moskow. Saya berharap kunjungan Presiden Joko Widodo ke dua negara yang berkonflik dapat membuahkan perdamaian,“ ujar Romo Baltasar di St Petersburg (30/6).

Romo Baltasar Lukem SVD mengaku sangat lega bahwa Presiden Joko Widodo benar-benar melakukan perjalanan kemanusiaannya ke Ukraina dan Rusia, yang sebelumnya diragukan oleh banyak orang.

Romo Baltasar Lukem berfoto bersama Dubes RI untuk Rusia Jose Tavares (tengah berjas hitam) dan Keluarga Katolik Indonesia (KKI) Moskow dalam sebuah acara pada Desember 2021.(ist)

Keraguan dari banyak pengamat itu menurut Romo Baltasar muncul karena posisi Indonesia sangat lemah untuk menjadi penengah konflik Ukraina dan Rusia mengingat dalam resolusi PBB beberapa waktu lalu Indonesia ikut mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.

Dalam resolusi tersebut, Indonesia ikut mengutuk invasi tersebut, semata-mata  karena pertimbangan bahwa invasi itu melanggar kemanusiaan dan kedaulatan suatu negara.

“Sebagai orang Indonesia sekaligus misionaris yang berkarya di Rusia, saya bangga akan kunjungan kemanusiaan Presiden Joko Widodo ke kedua negara ini.  Saya bangga memiliki Presiden Joko Widodo. Dan semoga misi yang diemban Bapak Presiden akan berhasil,” kata Romo Baltasar.

Dengan kunjungan Jokowi tersebut, Romo Baltasar mengaku teringat kunjungan Presiden Soekarno ke Uni Soviet pada tahun 1961, tahun kelahiran Jokowi.

“Artinya, ketika usia 61 tahun, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Rusia meski dalam konteks yang berbeda,” tegas rohaniwan Katolik asal Nusa Tenggara Timur ini.

Tahun 1961 merupakan salah satu momentum kunjungan Soekarno ke Rusia. Kunjungan lain dilakukan beberapa kali, yakni tahun 1956, 1959, dan 1964.

Dalam kunjungan tahun 1956 itu, Nikita Kruschev tak dapat menolak sebuah permintaan Soekarno.

Presiden pertama Indonesia itu meminta agar Mesjid Biru di Leningrad (sekarang St. Petersburg) yang dijadikan gudang oleh pemerintah Uni Soviet, dikembalikan fungsinya dan diberikan kepada umat Islam setempat. Mesjid itu sekarang bernama Mesjid Soekarno.

Romo Baltasar Lukem SVD berasal dari Manggarai, Flores, NTT. Ia menginjakkan kaki di tanah misi Rusia pertama kali pada 21 Oktober 1999 dan belajar bahasa Rusia di Moskow hingga Agustus 2000.

Sebulan kemudian, ia ditempatkan di Paroki St. Maria Diangkat Ke Surga, Volodga, sekitar 500 km arah utara kota Moskow.

Tujuh tahun kemudian, yakni September  2007, Romo Baltasar Lukem berkarya di Paroki St. Olga, Moskow untuk waktu lima tahun.

Sejak September 2012 hingga kini dia berkarya sebagai pembina di Biara Kongregasi SVD di St, Petersburg, Rusia.

Bagi Romo Baltasar, kekhawatiran sekaligus keraguan banyak orang di Indonesia atas kunjungan Jokowi telah berbuah pujian bagi Joko Widodo dari pemerintah banyak negara.

“Dan saya kira, seluruh warga Indonesia harus terus berdoa agar perdamaian Rusia dan Ukraian tercapai berkat kunjungan tersebut,” pungkasnya. (tD/*)