Puisi Aurelia Elistika Gole: Guruku dan Sejumlah Tanpa

261

TEMPUSDEI.ID (24/11/21)
Sudah beribu matahari aku lewati bersama guru
Aku sadar betul
Tanpa guru dunia masih saja gulita
Tanpa guru takkan ada yang baru
Tanpa guru manusia tinggal di masa lalunya
Tanpa guru manusia hanyalah debu
yang terbang tak berarah
tersapu angin tak tentu arah

Guru….
Engkau hanya seorang biasa
Engkau acap kali dipandang sebelah mata
Namun, dari tanganmu lahir berderet-deret profesor
Dari pikir dan rasamu terbuka tabir rahasia pengetahuan

Guru…
Jika dunia kami yang dulu gelap
tak pernah kau siangi
tetap gelap tak berwarna, tak bisa ke mana-mana

Tapi kini dunia kami penuh warna
dengan goresan garis-garis
juga kata yang dulu hanya jadi mimpi
kini mulai terlihat, nyata dan benderang
Itu karena dirimu yang mengubahnya

Tentang mana yang indah
tetang garis yang harus dilukis
juga tentang kata yang harus dibaca
Terima kasih guru untuk semua pejuang pendidikan

Guru….
Ucapanmu adalah petunjuk kami
Tindakanmu adalah lentera kami
Doamu adalah berkah tak bertepi

Jika ada yang bertanya pada kami
siapa yang paling berjasa pada diri ini,
namamu yang akan kami sebut pertama kali
karena ibu dan ayah adalah guru utama kami
Terimakasih, guruku

Aurelia Elistika Gole, Siswi SMA Santo Gerardus Mayella, Kalembuweri, Sumba Barat Daya, NTT