KAJ Apresiasi Karya Kolaboratif Gereja Santa Odelia, Koramil 14 Panongan dan Kodim 0510 Tigaraksa

187
Kunjungan Komisi Keadilan dan Perdamaian KAJ

TANGERANG, TEMPUSDEI.ID (1/11/21)-Untuk melihat secara langsung karya-karya pendampingan Gereja Santa Odilia dalam kerjasama dengan Koramil 14 Panongan, Kodim 0510 Tigaraksa, Komisi Keadilan dan Perdamaian KAJ, berkunjung ke wilayah gereja tersebut pada 29/10/21.

Dalam sharing-nya, Romo Felix Supranta, SS.CC selaku Pastor Paroki Santa Odelia menjelaskan bahwa akibat Pandemi Covid-19, banyak orang kehilangan pekerjaan. Namun, mereka tidak menyerah. Mereka justru melahirkan karya-karya kreatif dengan mengolah lahan  tidur dan menciptakan UMKM. Untuk semangat ini, mereka didampingi oleh  Gereja Katolik Santa Odilia dan Koramil 14 Panongan – Kodim 0510 Tigaraksa.

Selain itu, kedua lembaga tersebut membantu beberapa rumah layak huni bagi warga yang tak mampu,  taman bacaan bagi anak-anak pedesaan, dan toilet training bagi siswa-siswi disabilitas.

Sertu Lukman mengatakan bahwa Koramil 14 Panongan dan Gereja Katolik Santa Odilia telah lama bekerjasama dalam karya-karya kemanusiaan. Selama dua tahun, keduanya telah membangun  4 rumah layak huni (termasuk satu bagi keluarga Katolik), 11 kelompok Ketahanan Pangan (umat Katolik juga ikut terlibat di dalamnya), 1 Taman Bacaan,  toilet training, beberapa UMKM, dan 1  fasilitas pesantren.

Sertu Lukman menambahkan, kegiatan-kegiatan kemanusiaan ini dengan sendirinya telah membangun persaudaraan universal, yaitu kerukunan dan kebersamaan.

Serka Samari menyampaikan bahwa Gereja Katolik Santa Odilia dan  Koramil 14 Panongan  sudah  melakukan banyak karya karitatif, yaitu menolong warga yang tak mampu, seperti  memberikan bantuan kesehatan dan kebutuhan sehari-hari. Ada pula pelatihan terhadap kaum ibu tentang berjualan secara online.

Romo Heri, Pr (Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian KAJ) mengaku sangat menghargai dan mendukung karya-karya tersebut. Prinsip keadilan dan perdamaian kata Romo Heri, bukan sekadar wacana yang indah, tetapi terutama harus tertanam di dalan hati sehingga melahirkan semangat untuk mewujudkannya.

Acara ini dilanjutkan dengan  kunjungan ke tempat lahan ketahanan pangan. Kunjungan pertama di tempat pembudidayaan berbagai jenis Ikan di Kecamatan Panongan. Ada empat puluh empang di sana. Rombongan ini disambut dengan gembira oleh para peternak ikan.

Ibu-ibu dari berbagai latar belakang agama menghidangkan makan siang kepada rombongan ini dengan lauk dari ikan hasil karya para peternak ikan di sana.

Dalam kunjungan ini, Komisi Kedamaian dan Keadilan membagikan Sembako kepada  para peternak ikan. Ketua menyampaikan keharuannya atas kunjungan ini. “Romo, Suster, dan Bapak – Ibu, kami sangat tersentuh dengan kunjungan yang penuh kasih ini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Sebelum pulang, rombongan membeli ikan hasil karya petani.

Kunjungan kedua dilakukan kepada delapan kelompok pangan di Kecamatan Tigaraksa.  Para petani ini mengolah lahan tidur dengan menanami berbagai macam sayuran dan ubi-ubian. Hilarius, salah satu petani menyampaikan, sebelum menjadi petani, dia adalah pekerja bangunan. Dari hasil pertanian ini, anak pertamanya dapat menyelesaikan kuliah dan anak keduanya sedang berada di semester terakhir di sebuah universitas.

Dalam kunjungan ini, paket Sembako juga dibagikan kepada para petani. Ketika pulang, rombongan ini dibekali sayur-sayuran dan pisang dari hasil kebun kelompok tani. (tD/*)