Damba Jiwa-jiwa yang Merana, Mengenang Jiwa Para Korban Tragedi 30-9-1965

94
Pusara tak bernama

DAMBA JIWA-JIWA YANG MERANA
Mengenang Jiwa Para Korban Tragedi 30-9-1965

Simply da Flores, Direktur Ya-Harmoni

Pada lubang menganga itu
berdiri megah patung mereka
terpatri nama dan sejarah:
Pahlawan Revolusi
meskipun masih ada tanya
akan misteri dalam sejarahnya

Sudah separuh abad lebih
tubuh kami jadi tanah
darah kami tertumpah
tulang belulang hacur
tapi jiwa kami merana mengembara
terbang terbawa keangkuhan
terombang-ambing di samudera kesombongan sekelompok pecundang
aneka kisah sesuai pencerita
oleh mulut para ahli pemilik kuasa dan kursi
bahkan dibalut kata suci

Jiwa kami yang merana
mengembara di alam arwah
kebenaran dihapus tanpa nurani
keadilan sirna di ruang sunyi
kemanusiaan seperti sampah
sementara keluarga kami merana
membasahi nasib jiwa kami dengan air mata

Mereka doakan kami tanpa suara
menyebut nama pun haram
karena kami dicap penjahat
mereka pun keluarga hina
padahal kami yang sederhana ini
dimatikan tanpa diadili
dibunuh demi kuasa
kami tak mampu berkata
kami hanya warga sederhana
kami hanya rakyat jelata

Nasib jiwa kami sengsara
keluarga yang ketakutan
tidak tahu di mana
raga kami dibantai

Mengapa korban di lubang buaya
gelar dan kuburnya jelas
tetapi kami korban rakyat jelata
kubur pun tak jelas untuk keluarga dan anak cucu?

Kami hanya butuh kedamaian jiwa,
agar keluarga dan anak cucu
tidak terus merana ketakutan
dan generasi dicap penjahat
oleh sesama anak bangsa
yang tidak tahu apa-apa

Wahai bangsaku
jangan terlena kebodohan
jangan selimuti kebohongan
jangan tutupi kebiadaban
jangan membelokkan sejarah
katakan benar itu benar, salah itu salah
jangan sekali-kali melupakan sejarah
meninggalakan sejarah
menutupi sejarah
menipu sejarah

Kebohongan dan segala kejahatan demi karakusan kekuasaan dan harta bisa berlari secepat kilat, tetapi kebenaran pasti menangkapnya dan menyingkapnya

Darah dan daging kami
tulang belulang kami
jiwa merana kami
diberitahu Yang Ilahi:
Alam semesta
pasti tumbuhkan semua benih yang ditanam dengan kejujuran,
semua kebenaran nasib kami sedang disingkap,
kebohongan sedang diungkap

Wahai bangsaku
sadar dan jujurlah
jangan wariskan generasi
dengan kebohongan sejarah masa lalu
Bangkitlah
luruskan yang bengkok
ajarlah anak cucu
sujud syukur bersatu
saling merangkul dan menghormati
melangkah ringan ke depan meraih cita-cita damai sejahtera tanpa beban kebohongan sejarah
tentang tragedi darah ratusan ribu nyawa
di seluruh negeri Indonesia tercinta atas nama PKI

Ambilah hikmahnya
untuk membangun bangsa dengan adil dan beradab
atas dasar kebenaran hakiki dan abadi
rahmat berkah Ilahi
harkat martabat insani
agar ini maju sejahtera jaya lestari
di atas kebenaran dan
keadilan sejati, atas nama Ketuhanan yang Maha Esa

Simply da Flores