Puisi Weinata Sairin: Koruptor itu Orang-orang Tersohor

73
Weinata Sairin

KORUPTOR ITU ORANG-ORANG TERSOHOR

Ternyata para koruptor itu orang-oramg tersohor,
bukan tipe Mang Oha penjual Batagor dari Bogor
atau kelasnya Kang Yuri pedagang cireng dari cicalengka
mereka bukanlah petani papa
dari Cikupa
bukan tukang tambal ban yang mangkal
di depan pintu Tol Dukuh

Koruptor yang dijemput paksa oleh KPK
adalah orang hebat dan ternama,
ia datang mengenakan batik jutaan rupiah
ia orang berpangkat
pemimpin publik
pembuat aturan perundangan
asetnya milyaran rupiah

Koruptor-koruptor itu orang tersohor,
bukan kaum miskn
yang tidurnya bersama kambing
seperti yang pernah ditayangkan di televisi

Korupsi dalam pandangan mereka
bukan lagi kejahatan yang merampas hak-hak rakyat
bukan lagi perbuatan aib penuh noda
yang mengotori agama
dan merugikan nama besar keluarga
korupsi adalah semacam kepiawaian seorang tokoh untuk memperkaya diri sendiri
dengan mengeruk uang negara sebanyak-banyaknya
demi kejayaan lima sampai enam keturunan

Sebagai warga sebuah NKRI yang beragama
kita miris menyaksikan
praktik korupsi yang sangat membabi buta
mereka mengkorup dana untuk pembangunan rumah ibadah
dan pencetakan kitab suci agama
mereka mengkorup dana-dana untuk
bantuan sosial
mereka para koruptor tersohor itu
tak mau lagi memilah-milah
dana untuk pos apa yang mereka korup itu
mereka seakan kesurupan
mengkorup semua dana yang bisa ditekuk

Negeri ini perlu merumuskan ulang legislasi yang lebih tepat untuk menghabisi korupsi dan koruptor
Insitusi KPK mesti diperkuat lagi dengan ketentuan perundangan yang lebih memadai
komitmen para pejabat publik untuk memberantas korupsi harus makin diperkuat
Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokohpendidikan, psikolog, sosiolog
bisa berkolaborasi
dalam merumuskan langkah bersama secara nasional
untuk memberantas korupsi
NKRI yang majemuk bagi para koruptor!

Jakarta, 25 September 2021/2.45
Weinata Sairin