Kata Paus tentang Komuni bagi Politisi Pendukung Aborsi dan Aborsi itu Sendiri

188
Pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus, menyapa umat yang merayakan liturgi ilahi di Presov dekat Kosice, Slovakia, pada Selasa (14/9). Paus Fransiskus berada di Slovakia dalam kunjungan selama empat hari. (Foto: KJ)

TEMPUSDEI.ID (16 SEPTEMBER 2021)

Dalam konferensi pers dalam pesawat ketika pulang dari Slovakia pada 15 September 2021, Paus Fransiskus menanggapi pertanyaan tentang perdebatan A.S. menyangkut penolakan Komuni kepada politisi yang mendukung aborsi. Paus mengatakan bahwa adalah masalah dalam sejarah Gereja ketika para uskup bertindak secara politis daripada sebagai imam.

“Apa yang harus dilakukan imam? Jadilah seorang gembala, jangan seenaknya mengutuk… tapi jadilah seorang imam. Tetapi apakah dia juga seorang imam dari orang-orang yang dikucilkan? Ya, dia adalah imam dan … dia harus menjadi gembala dengan gaya Tuhan. Dan gaya Tuhan adalah kedekatan, kasih sayang, dan kelembutan,” kata paus.

“Bagi saya, saya tidak ingin mengkhususkan  Amerika Serikat karena saya tidak tahu detailnya dengan baik, saya memberikan prinsip … Jadilah seorang imam dan imam tahu apa yang harus dia lakukan setiap saat. Tetapi jika dia keluar dari penggembalaan Gereja ini, dia segera menjadi politisi,” kata Fransiskus.

Sementara itu, menyangkut aborsi, Paus Fransiskus mengatakan bahwa Gereja Katolik teguh dalam pendiriannya terhadap aborsi karena “aborsi adalah pembunuhan.” Dia mendesak para imam untuk bersikap pastoral daripada politis ketika dihadapkan dengan pertanyaan tentang siapa yang dapat menerima Komuni. Paus dengan tegas mengatakan bahwa aborsi mengakhiri kehidupan manusia dan bahwa kehidupan manusia harus dihormati.  “Aborsi lebih dari sekadar masalah. Aborsi adalah pembunuhan,” kata Paus Fransiskus.

“Secara ilmiah ini adalah kehidupan manusia. Buku-buku pelajaran mengajarkan itu kepada kita. Tapi apakah benar mengeluarkannya untuk menyelesaikan masalah? Dan inilah mengapa Gereja sangat ketat dalam masalah ini karena menerima ini seperti menerima pembunuhan setiap hari,” katanya. (CNA/tD)