Jurnalis Turunlah Ke Jalan! Habiskan Sol Sepatumu!

123
Pesan penting Paus Fransiskus untuk para jurnalis

TEMPUSDEI.ID (5 MEI 2021)

Paus Fransiskus dalam pesannya di Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-55 yang akan diperingati 16 Mei 2021, mengajak merenungkan persoalan besar dalam pemberitaan. Ada suara-suara keprihatinan pada tergantikannya liputan investigatif yang original menjadi liputan berisi narasi tendensius. Paus mengajak untuk  turun ke jalan, menghabiskan sol sepatu, bertemu orang untuk mencari cerita dan memverifikasi situasi tertentu dengan mata kepala sendiri.

Dalam refleksi Pesan Paus tersebut, Errol Jonathans, CEO Suara Surabaya, mengatakan, jurnalis wajib ke lapangan untuk memperoleh kebenaran, kepastian dan fakta. “Jurnalis ke lapangan itu untuk melakukan proses check and recheck, konfirmasi terhadap informasi awal yang diterima, memverifikasi, termasuk juga sangat diwajibkan melakukan investigasi terutama pada informasi yang memerlukan kajian lebih dalam,” kata Errol menjelaskan maksudnya. Ia hadir sebagai narasumber di Webinar Pesan Paus Pada Hari Komsos Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KOMSOS KWI), yang diadakan bagi para pekerja media, Kamis 22 April 2021.

Pada refleksinya atas pesan Paus itu, Errol juga menyoroti fenomena jurnalisme opini yang sedang berkembang, di mana ada kecenderungan jurnalis yang enggan ke lapangan. “Jurnalisme opini, adalah jenis jurnalisme yang hanya memuat wawancara dengan narasumber tetapi karyanya tidak disertai kekuatan data maupun informasi hasil investigasi di lapangan,” demikian Errol menjelaskan maksudnya tentang jurnalisme opini.

Selain itu, Tokoh Pers Nasional dan Tokoh Media Jawa Timur ini juga menjelaskan soal fenomena dunia pers di mana banyak muncul media partisan, tidak independen, melakukan framing (pembingkaian), judul-judul clickbait di berbagai media online, plagiasi, pemulung media lain, dan pola kerja “news pool”’. “Ini adalah gambaran bagaimana aktivitas jurnalisme yang kalau kita kaitkan dengan pesan Paus menjadi sangat relevan untuk diperhatikan,” kata Errol menjelaskan relevansi pesan Paus pada fenomena dunia pers saat ini.

BACA JUGA:  Dia Ibu Hebat dan Abadi

Pada Webinar tersebut, Errol juga menyampaikan bahwa loyalitas jurnalisme yang pertama dan utama adalah untuk kepentingan masyarakat. Ia juga mengutip pandangan dari Bill Kovach dan Tom Rosenstiel pada buku The Element of Journalism (2001) yang mengatakan bahwa obligasi yang pertama dari jurnalisme adalah tentang kebenaran dan esensi yang utama dari jurnalisme yang sesungguhnya adalah verifikasi. Bagi Direktur Utama Suara Surabaya Media ini, kredibilitas dari suatu media adalah jika ada perpaduan dari unsur-unsur akurasi, kerberimbangan, dan kejelasan.

Pada Pesan Paus yang mengusung tema utama “Datang dan Lihatlah. Berkomunikasi dengan Menjumpai Orang Lain Apa Adanya”, pemimpin tertinggi Umat Katolik ini mengatakan,  jika kita tidak membuka diri pada perjumpaan, kita tetap tinggal sebagai penonton dari luar, meskipun inovasi teknologi mampu membuat kita seolah-olah tenggelam dalam sebuah realitas luas secara langsung. Setiap sarana berguna dan bernilai hanya jika mampu Datang dan lihatlah”. Paus Fransiskus juga mengajak kita semua dipanggil menjadi saksi kebenaran untuk pergi, melihat dan berbagi.

Alexander Louiciano, Sarjana Sosial Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here