Puisi Weinata Sairin tentang Menunggu tanpa Ragu

24
Pendeta Weinata Sairin

MENUNGGU TANPA RAGU

Menunggu itu
diamuk rindu
diganggu ragu
tak semua bisa tahan
dan bertahan
padahal hidup itu
didominasi oleh menunggu

Para Lansia banyak menunggu
menunggu cucu
sambil belajar gadget
menunggu uang pensiun yang macet setahun
karena banknya terlilit pailit
menunggu anak dan menantu
yang sibuk mengejar karir
menunggu sang pasangan hidup
yang perlu dilayani
karena hilang gagahnya dimakan usia
menunggu panggilan dari pemilik kehidupan
menunggu godot
karena mimpi dan imajinasi

Kini kita menunggu
menunggu giliran divaksin
menunggu Covid-19 berakhir
menunggu uang pensiun
menunggu THR cair
menunggu BLT
menunggu
pembagian Sembako
menunggu hidup
kembali normal
tidak dikejar banjir
seumur hidup
menunggu pemimpin baru
yang amanah
yang mengasihi rakyat
menunggu diagnosis dan terapi dokter
di ruang isolasi

kita harus menunggu
tanpa jemu dan ragu
kita wajib sabar dan ikhlas
kuatkan iman
tingkatkan ketakwaan
Tuhan akan datang sesuai dengan Kairos-Nya
Di luar rundown dan chronos manusia fana
Ia datang memulihkan setiap pribadi
memulihkan negeri

Mari menunggu
Hari-hari penuh madu
yang Tuhan janjikan kepada umat-Nya
dalam menunggu
makin mendekatlah kepada Tuhan
lewat doa, salat tahajud, zikir dan
membaca ayat-ayat kitab suci
teruslah menunggu tanpa ragu
dalam syahdu
dalam rindu
dalam dekap cinta kasih Sang Maha Pencipta.

Jakarta, 4 Mei 2021/2.53

Facebook Comments

BACA JUGA:  Puisi Weinata Sairin tentang Yesus dan Salib-Nya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here