Puisi-puisi Simply da Flores tentang Perempuan Putri Cahaya dan Kesaktian Kodrati

93
Simply da Flores

PEREMPUAN, PUTRI CAHAYA

Hormat padamu
perempuan, putri cahaya
Terima kasih padamu
wahai yang diempukan, yang terormat
meskipun sering tidak dihargai dan dibebani

Semesta titipkan cahaya
pada ubunmu, dahimu, dadamu, rahimmu, tanganmu
jiwa dan ragamu
untuk terangi putra – putri yang terlahir dari rahimmu

Engkau perempuan,
nenekku, ibuku, tanteku, saudariku,
anak gadisku, istriku, sahabat-sahabatku
pemberi cahaya bagiku
dalam kegelapan langkah menemukan makna kehidupan

Tunduk mencium bumi
kubisikkan hormatku dan mohon maafmu karena jarang berterimakasih padamu perempuan
tengada menatap langit biru
kunaikkan sepenggal doa syukur dan mohon berkat bagimu yang menangisi aku

Perempuan…
kami tak bisa padamkan cahayamu
dengan sejuta kegelapan kata
dan tingkah sepanjang zaman berganti
Karena cahaya itu
terus membias dalam aliran darah dan desah nafas kami

Perempuan
kaummu ditakdir alam sebagai putri
cahaya mentari di siang hari
terang bulan dan bintang di kegelapan malam
untuk kehidupan generasi

Terima kasih
Perempuan
Putri Cahaya Semesta

MoFlores –
Hari Kartini, 21-04-2021

KESAKTIAN KODRATI
(Untukmu makhluk perkasa)

Bermandikan peluh,
air mata dan darah
engkau lahirkan kami
generasi dan bangsa
engkau jembatan ada dan tiada di semesta

Engkau makhluk perkasa
meramu duka lara dan sukacita
engkau alirkan air susu makna untuk jiwa raga manusia
dalam doa tanpa kata
menenun waktu menjahit peradaban
meski dilumuri lumpur tabiat sejuta beban laknat
pada samudera jiwamu maha sahaja
lalu kau jelmakan abdi dalam cahaya kasih
agar kehidupan terus berlangsung lestari

Wahai makhluk perkasa
engkau sahabat api
engkau mata air sungai dan samudera
engkau angin sepoi dan badai sakti
engkau satukan mentari dan langit dengan isi bumi dalam rahimmu
untuk dibagi kepada setiap anak manusia

BACA JUGA:  CERPEN: Kontas Merah dalam Genggaman Ina Bunga

Perempuan…
matamu melihat dunia
surga dan neraka kau petik di tanganmu
kelahiran dan kematian kau kandung
lalu kau tuliskan dalam sejarah semesta
karena kau mempelai Sang Pencipta
meski kami sering lupa rahimmu
biarpun kami jarang mencium telapak kakimu

Hari ini….
Aku datang cium kakimu
saat air matamu menetes membasahi bibirmu yang senyum dalam doa abadi
Kuyakin engkau masih ulurkan tangan dan memeluk aku
tiupkan cahaya di ubun-ubunku

MoFlores, 21-04-2021

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here