Agama Jangan Hanya “Tinggal” di Rumah Ibadah

62
Romo Albert Herwanta

TEMPUSDEI.ID (10 APRIL 2021)

Oleh RP Albertus Herwanta, O. Carm

Banyak teori tersimpan dalam almari dan sia-sia, karena tidak menjadi praktik dan realita yang berdaya guna. Inilah salah satu tantangan pendidikan di Indonesia. Terbebani isi dan amanat kurikulum yang kurang bermanfaat bagi kehidupan.

Demikian pula “nasib” dari keyakinan dan agama yang hanya tinggal dalam rumah ibadah dan tidak berkontribusi dalam menghadapi hidup yang penuh masalah. Apalagi agama yang ingin mengajak orang lari dari kesulitan dunia ini lewat mati demi bertemu bidadari.

Iman bukan pelarian, tetapi kekuatan dalam mengarungi beratnya kehidupan. Menghayati iman berarti menghadapi tantangan. Orang dituntut menjalaninya lewat proses panjang. Kadang mesti menghadapi krisis.

Itulah yang dihadapi para murid ketika mengetahui tentang sengsara dan kematian Guru mereka. Kendati Dia telah bangkit dan menjumpai mereka, sulit juga mereka menjadi percaya (Mrk 16: 9-14). Namun Sang Guru masih tetap memercayai mereka. Dia mengutus mereka untuk pergi ke seluruh dunia dan mewartakan Injil kepada semua ciptaan” (Mrk 16: 15).

Sang Guru menghendaki para murid-Nya membawa imannya dalam kehidupan. Bahkan membaginya kepada orang lain. Kitab Kisah Para Rasul menjadi saksi hidup perjuangan mereka dalam melakukan perintah Sang Guru. Hasilnya luar biasa. Setelah mereka sendiri berhasil mengalahkan keraguannya, mereka sukses meyakinkan orang lain. Membawa mereka kepada iman akan Sang Guru Kehidupan yang telah dibangkitkan dari kematian.

Hingga kini pengalaman mereka masih merupakan pengalaman banyak orang. Artinya, kendati orang beragama dan percaya kepada Tuhan, tidak mudah menghayati iman itu di tengah sulitnya kehidupan. Banyak yang bertanya-tanya tentang “eksistensi” Tuhan tatkala sedang berada dalam keterbatasan dan pelbagai penderitaan.

BACA JUGA:  Memelihara Pikiran Positif bagi Kesehatan

Pengalaman menunjukkan bahwa mereka yang tetap berpegang pada iman akan Tuhan dibantu-Nya mengatasi kesulitan. Mereka berubah menjadi orang yang lebih beriman dan berani menghadapi tantangan hidup ini. Di sana iman tidak tinggal sebagai teori, tetapi menjadi aksi.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here