Puisi-puisi Simply da Flores untuk Umbu Landu Paranggi dan Daniel Dhakidae

155
Umbu Landu Paranggi dan Daniel Dhakidae

KUDA MERAH: BERLARI DAN TERBANG

Teruntuk Umbu Landu Paranggi, lelaki misterius
Kuda Merah

Kemarin kau masih berlari lewati kepulan asap dupa mewangi
iringi tarian para gadis  Bali dan satria Dewata
Mengukir pesona
warna-warni pujian bagi para Dewa-Dewi yang membual dari rindu damba insani
segenap penjuru bumi

Masih terukir indah
jejak langkah canda ceria
serta semangat baja memahat makna
di Malioboro hingga Borobudur
dari Parangtritis sampai merahnya kawah Merapi
engkau misterius

Engkau sahaja memahat tungku makna dalam jiwa sanubari para kawula muda-i
agar jadi obor terang api kehidupan melalui karya sastra
Mereka menggelarimu Presiden Malioboro

Kuda Merah misterius
Bangkitkan gelora api puluhan dan ratusan kuda belia taruna satria
Berlari semangat baja
dari bumi Marapu ke tanah Dewata dan bumi Mataram Jawa Dwipa membawa panji saktinya kata

Kuda Merah misterius
Pena jiwamu telah menggores kata-kata sakti penuh makna
bahwa benar itu benar
dan salah itu salah
bahwa putihnya kapas bukan hitamnya kopi
dan merahnya darah bukan kuningnya emas
Hidupmu dalam hening misterius
agar melihat dengan mata jiwa nurani cinta
tentang makna hakiki
kehidupan insani
di alam semesta ini sebagai Citra Ilahi

Kuda Merah misterius
Berlari dan terbang tinggi menggapai mentari Ilahi
untuk tancapkan panji amal dan bakti di hadapan Sang Misteri
pasti selalu kembali
di sini…

Melihat padang ilalang di bumi Marapu
Moci di emperan Malioboro
Hirup wewangian bunga dan dupa di pulau Dewata

Mengibarkan panji sakti penuh makna
dalam huruf-huruf
kata – kata – kata
tak usai
sepanjang masa

Teruslah berlari dan terbang lestari
Kuda Merah misterius
Umbu Landu Paranggi

MoFlores, 06-04-2021

BACA JUGA:  Puisi-puisi Simply da Flores tentang Rasa Malu pada Allah dan Menghitung Diri

KITA NAGA, BUKAN BUNGA-FLORES
Satu kenangan untuk Om Daniel Dhakidae

Sang Putra Naga
terlahir dari Ngada
dari rahim adat budaya
yang wariskan rahasia alam semesta
dan Sang Pencipta melalui leluhur yang bijaksana
Ingat !
Kita Naga, bukan bunga !

Mustika Naga itu sudah purna tugasnya
Menulis sejarah makna di nurani anak bangsa
melalui cahaya cemerlang pikirannya
Mencatat hakikat kebenaran
dalam kata dan potret diri sahaja sampai hari ajalnya

Selamat jalan…
Sang Berlian – Putera Naga dari Nusa Nipa
Ragamu memang telah tiada
tapi mustika makna dan cahaya baktimu terus bersinar
dan terukir lestari dalam sejarah peradaban bangsa Indonesia dan dunia

“You are the diamond
The golden boy of sun
The son of dragon
from Dragon Island”

Teringat semangat dan tekad juangmu untuk nyatakan identitas budaya dan jati diri tumpah darah
Bahwa:
Kita Naga – Nusa Nipa
BUKAN bunga – flores

Selamat jalan….
Pendekar Kebenaran
Damailah dalam keabadian Ilahi
Di Istana Cahaya sejati

MoFlores, 06-04-2021

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here