Dari Kejurnas Virtual THS-THM: Tim Manado dan Kupang Raih Juara I

316
Juara-I-AISURTO-dari-Manado

JAKARTA, TEMPUSDEI.ID (1 Maret 2021)

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat pada nomor seni yang digelar pengurus organisasi pencak silat pendidikan Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria (THS-THM) telah ditutup secara resmi pada Minggu (28/02).

Tim Pesilat dari Manado dan Kupang keluar sebagai pemenang untuk ketiga nomor yang dilombakan. Pada nomor Kembangan Terikat Wajib Beregu yang menampilkan jurus Aisurto, juara I direbut oleh Regu dari Manado. Sementara juara II hingga Harapan I  direbut oleh tiga regu dari Kupang. Posisi Harapan II dimenangkan oleh peserta beregu dari Atambua.

Juara I Jurus Pilihan dari Kupang.

Pada nomor Kembangan Terikat Pilihan Beregu, juara I dimenangkan oleh tim dari Kupang disusul juara II dari Larantuka di mana kedua pemenang ini sama-sama menampilkan jurus Salam Maria. Juara III hingga harapan II berturut-turut direbut oleh tiga regu dari Kupang dengan jurus pilihan Aku Percaya, jurus Bapa Kami dan jurus Salam Maria.

Khusus nomor Tunggal Bebas Perorangan, juara I direbut oleh pesilat dari Kupang, juara II Maumere, juara III Atambua, Harapan I pesilat dari Semarang dan harapan II dimenangkan kembali oleh pesilat dari Kupang.

Ketua Tim Juri Ignasius Boyfong di Jakarta mengatakan, pihaknya melibatkan 9 orang juri profesional yang selama ini sudah terbiasa menjadi juri pertandingan silat di Jakarta sehingga hasil kejurnas ini adalah yang terbaik.

“Kami menilai dengan sangat detail, mengamati satu per satu gerakan para pesilat baik pada nomor beregu maupun perorangan, dan nilai yang diberikan mempertimbangkan semua aspek pencak silat seni,” ujar Boyfong yang masih aktif melatih silat di wilayah Bekasi Jawa Barat ini.

Sementara itu, Anggota Dewan Pendiri THS-THM Dokter Haripurnomo Kushadiwijaya saat menyampaikan sambutan pada zoom meeting acara penutupan Kejurnas mengingatkan para pemenang untuk terus berlatih mengembangkan diri dengan tidak mengabaikan aspek-aspek lain dalam THS-THM.

BACA JUGA:  Santo Fransiskus Xaverius Melekat di Hati Umat Katolik Jepang

“Tentu jurus pencak silat THS-THM harus selalu dilandasi oleh spiritalitas iman Katolik dengan penuh penghayatan bahwa pencak silat semata-mata sebagai sarana untuk semakin memuji dan memuliakan Tuhan. Dalam situasi pandemi saat ini jangan lupa selalu jaga kesehatan,” ujar Dokter Hari yang juga merupakan dosen senior pada Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Pada penutupan Kejurnas kali ini, panitia juga mengumumkan para pemenang menerima hadiah uang pembinaan, dimulai dari Juara I menerima Rp 2 juta rupiah hingga paling rendah Juara Harapan II menerima uang pembinaan sebesar Rp 650 ribu rupiah. Para pemenang juga menerima Sertifikat dan khusus Juara I dan II masing-masing menerima baju khas sang juara.

“Dari rencana awal Koornas, total hadiah 25 juta rupiah, tetapi kami dari panitia dapat merealisasikan Rp 23 juta. Ke depan nilai hadiah uang pembinaan seperti ini harapannya semakin ditingkatkan,” kata Yanselmus Nanga, Ketua Panita.

Panitia mencatat total peserta yang ikut dalam pertandingan ini sebanyak 140 orang pesilat dari seluruh Indonesia dengan rincian 120 orang memperebutkan nomor beregu dan 20 peserta memperebutkan nomor perorangan. Kejurnas THS-THS ini merupakan yang pertama digelar secara virtual akibat pandemi Covid-19 yang masih terus mewabah. (tD)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here