Puisi-puisi Rabu Abu, Refleksi “Dari Debu Kembali jadi Debu”

251

Memasuki masa tobat pada tahun ini melalui pintu Rabu Abu (masa tobat 40 hari dalam gereja Katolik), dua penyair, Simply da Flores dan Agust G. Thuru meracik untaian puisi dan doa berisi tekad pertobatan. Simply adalah Alumni STF Driyarkara Jakarta dan Direktur Harmony Institute sedangkan Agust adalah Alumni STKIP Widya Yuwana Madiun, Penyuluh Agama Katolik Non PNS Kemenag Provinsi Bali.

Kesaktian Debu Tanah

Oleh Simply da Flores
Dari debu aku datang
Pada debu aku pulang
Dari tanah asalku
Ke tanah aku kembali

Tanah mengendong kehidupanku
Debu menemani langkah kakiku
Tanah memberikan nafasnya padaku
Lapar dahagaku pun dikenyangkan tanah

Debu tanah memperkenalkan aku pada sesamaku
Pada matahari bulan bintang angkasa
Pada air sungai danau laut samudera
Pada petir kilat angin
Pada terang dan gelap
Pada segenap makhluk

Saktinya debu tanah
Digerakkan roh ilahi
Bagi diri pribadi ini
Jadi misteri di bumi sampai kembali nanti
Ke dalam rahim debu tanah lagi

Aku dari debu tanah
Kembali ke debu tana

Rabu Abu, 17 02 2021

 

Tuhan, Kami Ini Hanya Debu

Oleh Agust G Thuru

Refleksi Bacaan Injil Matius 6 : 1 – 6, 16 – 18

“Dan apabila kamu berpuasa  janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya  supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upah” (Matius 6 : 16)

Tuhan, Firman-Mu hari ini mengajarkan kami
Hati-hati melaksanakan kewajiban agama
Terutama di hadapan orang banyak
Mengajarkan kami memberi sedekah
Seperti memberi dengan tangan kanan
Tanpa perlu diketahui oleh tangan kiri
Engkau mengajar kami hal berdoa
Agar tidak berdoa  seperti orang munafik
Melainkan masuk ke dalam kamar
Menutup pintu  dan berdoa kepada Bapa
Karena Bapa melihat yang tersembunyi
Dan membalasnya kepada kami

Engkau mengajar kami  hal berpuasa
Agar kami tidak muram wajah
Mengubah air muka agar dilihat orang
Bahwa kami sedang menjalankan puasa
Engkau perintahkan kami untuk berpuasa
Dengan meminyaki kepala dan mencuci muka

BACA JUGA:  Puisi-puisi Melki Deni 

Tuhan, hari ini kami memulai puasa
Retret  Agung selama 40 hari
Hari ini  kami ditandai dengan debu di dahi
Untuk menunjukkan kerendahan kami
Dan untuk selalu mengingatkan kami
Bahwa dari debu kami kembali ke debu

Engkau telah menciptakan kami
Dari butir-butir  debu dengan kuasa-Mu
Suatu waktu kami pun akan kembali
Menjadi debu oleh kuasa-Mu
Melalui berbagai peristiwa kematian

Maka kami mohon kepada-Mu
Tuntunlah kami sepanjang puasa ini
Untuk mengubah kehidupan lama
Dan mengenakan kehidupan baru
Meninggalkan  kebiasaan lama yang melukai
Mengenakan kebiasaan baru yang menyembuhkan

Tuhan, semoga hati  kami
Pantas untuk  kasih dan pengampunan-Mu
Bersihkanlah jiwa kami dari dosa
Agar kami lebih pantas lagi dalam bermisi
Mewartakan  kabar sukacita pertobatan
Membawa sesama kepada kebangkitan-Mu
Berilah kami niat yang tulus untuk bertobat, AMIN!

Denpasar, 17 02 2021 pada Rabu Abu Pantang dan Berpuasa

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here