Demi yang Dicintai, Rayakan Valentine’s Day secara Virtual Saja

69
Demi yang dicintai

Oleh Simply da Flores, Alumni STF Driyarkara Jakarta dan Direktur Harmoni Institute

TEMPUSDEI.ID (13 FEBRUARI 2021)

Simply da Flores

Setiap tanggal 14 Februari selama ini dikenal dengan perayaan Hari Kasih Sayang alias Valentine’s Day. Umumnya dikenal di kota oleh kalangan anak muda. Namun dengan adanya media sosial, Valentine’s Day ikut menyebar ke berbagai pelosok di tanah air. Mall dan tempat umum lain sering dihiasi pernak-pernik simbol hati dan kasih sayang lainnya. Banyak acara dirancang dan ditawarkan kepada generasi muda untuk merayakan Valentine’s Day.

Sejarah perayaaan ini, ada berbagai versi, yang dihubungkan dengan kisah St. Valentine dari Roma, yang hidup sekitar abad ke-3 Masehi. Pesan utama perayaannya adalah ungkapan kasih sayang – cinta antara pemuda dan pemudi, yang tak dapat dibendung oleh halangan dan kondisi sulit. Daya tarik jejaka dan gadis yang saling mencintai begitu kuat. Cinta tak dapat dipendam dalam hati, karena terus bergelora dan begitu kuat mendorong untuk dinyatakan kepada kekasih yang didambakan.

Ternyata, perayaan yang berasal dari Tradisi Barat, Roma, bertahan sekian waktu dan telah melintasi berbagai bangsa di dunia. Apakah tidak ada perayaan Kasih Sayang sesuai konteks budaya masing-masing bangsa dan komunitas? Mengapa Valentine’s Day bertahan sekian lama dan merebak kepada berbagai generasi muda di dunia hingga sekarang?

Hemat saya, Kasih Sayang, cinta antara lawan jenis, daya tarik natural – kodrati antara dua insan muda adalah suatu kekuatan yang tidak mengenal batasan ruang dan waktu. Cinta karena saling membutuhkan dan melengkapi, sejatinya sangat kodrati dan normal bagi orang muda. Bukan saja untuk keperluan reproduksi, tetapi jauh lebih mendasar diyakini bahwa manusia hadir karena cinta. Cinta dari orangtua kita yang melahirkan setiap anak manusia dan cinta dari Sang Hyang Pencipta Maha Cinta.

BACA JUGA:  Tetap Berbangga dalam Iman kepada Yesus yang Naik ke Surga

Teringat saya saat ngamen keliling  kota Jakarta tahun 90-an, ada sebuah lagu yang sering dibawakan. Isinya mungkin cocok dengan makna perayaan Valentine’s Day. Judul lagunya Arti Kehidupan. Liriknya begini:

Jangan berkata tidak, bila kau jatuh cinta, terus terang sajalah, buat apa berdusta.
Cinta itu anugerah, maka berbahagialah, sebab kita senggsara, bila tak punya cinta.
Rintangan pasti datang menghadang,
Cobaan pasti datang menghujam, namun yakinlah bahwa cinta itu kan membuatmu mengerti akan arti kehidupan….

Marilah sayang, mari sirami, cinta yang tumbuh di dalam hati…
Marilah sayang, mari sirami, agar merekah sepanjang hari” (Doel Sumbang)

Sesuaikan dengan Keadaan

Seraya mengucapkan Happy Valentine’s Day, selamat Hari Kasih Sayang bagi segenap yang merayakannya, khususnya para generasi muda, ada yang patut diharapkan dan didoakan. Karena makna Valentine’s Day seperti diutarakan di atas, maka kiranya perayaan ini sungguh sebuah ungkapan kasih sayang; bukan hanya pesta pora dan mabuk-mabukan, apalagi ugal-ugalan di jalan serta pesta seks dan narkoba.

Dalam suasana Pandemi Covid-19, kiranya sungguh diperhatikan protokol kesehatan 5M. Sebaiknya hanya dirayakan via media sosial saja, atas nama keselamatan diri dan Kasih Sayang antar sesama, termasuk orang yang sangat dicintai. Semoga

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here