Gus Mus: Gus Dur Sampai Harus Menghadap Ibu Saya

131

TEMPUSDEI.ID (2/2/21)

Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus adalah tipe orang yang sangat, patuh dan menghormati ibunya. Jika ingin melakukan sesuatu, ia selalu meminta restu ibunya.

Dia juga jauh lebih dekat dengan ibunya daripada ayahnya. “Apa-apa selalu dengan ibu. Kalau meminta sama ayah selalu melalui ibu,” ujarnya ketika Berbicara dalam zoominar bertema Merangkai Puisi Religius yang diselengarakan oleh Poetry Reading Society of Indonesia pada 30 Januari 2021.

Pada awal pendirian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) jelas Gus Mus memberi contoh,  Gus Dur meminta dirinya untuk menjadi Ketua PKB. Tanpa terlalu banyak berpikir, Gus Mus menolak dengan alasan dilarang Ma’rufah ibunya.

Rupanya Almarhum Gus Dur tidak yakin dengan jawaban Gus Mus. Untuk memastikan alasan Gus Mus, suatu kesempatan Gus Dur berkunjung ke rumah ibu Gus Mus untuk melakukan konfirmasi secara langsung.

Ternyata Gus Dur mendapat jawaban bahwa sang ibu memang melarang Gus Mus masuk politik. “Putra saya kan hanya dua. Yang satu kan sudah masuk politik. Yang satu biar di luar politik,” kata sang ibu. Gus Dur pun tidak bisa berbuat apa-apa.

Kedua putra yang Ibu Ma’rufah maksudkan adalah Cholil Bisri yang merupakan ayah dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Ayah sang menteri adalah salah satu pendiri PKB. “Saya bukan pendiri PKB. Yang termasuk pendiri itu kakak saya. Kalau lambang PKB memang saya yang buat,” aku Gus Mus. (EDL)

 

 

Facebook Comments

BACA JUGA:  Di Masa Pandemi Romo Mudji Menyapa dengan Sketza dan Puisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here