Menteri Agama: Umat Katolik Teratur dan  Taat Hukum, Bisa Dijadikan Contoh

10458
Saat Menag bertemu Kardinal pekan lalu di Wisma Keuskupan Jakarta. (Foto: ist)
Menteri Yaqut ketika memberikan pengarahan kepada ASN di lingkungan Bimas Katolik. (Kemenag)

TEMPUSDEI.ID (29/1/21)

Ketika memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara  (ASN) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, pada 29/1/21, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas  mengatakan bahwa Umat Katolik adalah umat yang teratur dan taat hukum.

Gus Yaqut  menjelaskan bahwa hal tersebut diungkapkan Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo saat bertemu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pekan lalu, di Gereja Katedral, Jakarta.

“Saat saya bertemu dengan Kardinal Suharyo, beliau menyampaikan, bahwa umat Katolik adalah umat yang teratur dan taat hukum. ‘Kami memiliki sistem tersendiri yang dapat mencegah umat Katolik melanggar hukum,begitu kata Kardinal’,” kisah Menag Yaqut.

“Saya jawab saat itu, wah kalau memang seperti itu  maka biarlah umat Katolik menjadi contoh bagi umat-umat yang lain untuk masalah ketertiban dan taat hukum,” aku Menag.

Menag pun  berharap karakter semacam ini juga dimiliki jajaran ASN Bimas Katolik. “Sehingga saya yakin, kalau ini diterapkan, maka tidak akan ada lagi pelanggaran hukum seperti korupsi dalam penyelenggaraan negara,” ungkapnya.

Karakter lain yang perlu dimiliki oleh ASN Kemenag menurutnya adalah kesederhanaan dan kebersahajaan. Lagi-lagi, hal ini menurut Menag, juga dapat dicontoh dari perilaku yang dimiliki Kardinal Suharyo.

“Saya amat kagum dengan beliau. Walaupun beliau adalah seorang tokoh besar, tapi beliau sangat sederhana dan bersahaja. Bahkan saya ungkapkan kepada beliau, saat berhadapan dengan beliau, saya merasa sedang berhadapan dengan kiai saya,” kata Menag mengungkap kekagumannya kepada sosok Uskup Agung Jakarta tersebut.

Menurut Menag, ia melihat ada kesamaan karakter yang ia temui antara Kardinal Suharyo dengan para kiai yang mengajarkan agama Islam kepadanya.  “Saya menyimpulkan, semakin orang dekat dengan Tuhan, maka ia semakin lembah manah (bijaksana). Alangkah berbahagianya kita, bila spirit umat Katolik ini bisa dipegang oleh ASN kita,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Natal Akan Jadi Hari Libur Resmi di Irak walau Warganya 98 Persen Islam

Pembinaan ASN di lingkungan Ditjen Bimas Katolik ini diikuti oleh ratusan peserta secara luring dan daring. Tampak hadir secara langsung, Dirjen Bimas Katolik Yohanes Bayu Samodro beserta pejabat eselon II dan III di lingkungan Bimas Katolik. Sementara para pejabat Bimas Katolik di lingkungan Kanwil dan lembaga pendidikan, mengikuti jalannya pembinaan melalui sambungan video conference. (tD/kemenag.go.id)

Facebook Comments

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here