Telah Divonis Mandul, Namun Punya 9 Anak Berkat Padre Pio

400
The power of prayer

TEMPUSDEI.IF (21/1/21)

Enam puluh tahun kemudian, teman-teman dekat imam suci ini dapat membuktikan bahwa nasihatnya berhasil!

Ritual harian Padre Pio adalah mendaraskan Kaplet Hati Kudus Yesus, yang dipersembahkan untuk niat semua orang yang meminta doanya.

Memang ada banyak orang yang meminta syafaatnya untuk masalah yang sulit, termasuk Giovanni dan Paola Siena. Kepada pasangan ini, mistikus Italia itu “menjanjikan” sembilan anak!

Semuanya dimulai pada 1920-an di San Giovanni Rotondo, tempat tinggal Padre Pio. Giovanni Siena pertama kali bertemu dengan mistikus kapusin itu pada tahun 1928, pada saat Komuni Pertama. Giovanni berusia 8 tahun saat itu.

Setelah bekerja di pertambangan, dan kemudian bekerja sebagai guru dan jurnalis, dia akhirnya bergabung dengan tim kompleks rumah sakit yang didirikan oleh Padre Pio, yakni Casa Sollievo della Sofferenza. Di sanalah dia bertemu lagi dengan orang kudus yang menerima stigmata itu.

“Sahabatku Padre Pio”

Pada saat itu Paola, calon istrinya, seorang wanita muda berusia 21 tahun, pergi secara teratur mengunjungi “calon orang kudus masa depan itu”. Paola tinggal di San Giovanni Rotondo. Dia menderita depresi dan masalah serius pada paru-parunya. Berkat perantaraan Padre Pio, perempuan muda itu sembuh dari kedua penyakitnya.

Karena yakin bahwa panggilannya adalah menikah, suatu hari wanita muda itu meminta nasihat dari Padre Pio. “Apa keinginan terdalam Anda?” tanya Padre Pio.

Paola menjawab bahwa dia ingin memulai sebuah keluarga — bahwa dia mencintai anak-anak dan bermimpi memiliki mereka. “Jadi mari kita berdoa semoga Tuhan mengizinkanmu bertemu dengan seorang pemuda yang baik,” kataungkas mistikus itu.

Padre Pio menasihatinya: Pergilah mengaku dosa secara teratur dan menerima Komuni setiap hari.

BACA JUGA:  Ketika Beberapa Presiden RI Berkunjung ke Flores

Beberapa waktu kemudian, Paola mengamati bahwa seorang pria bernama Giovanni tampaknya sangat tertarik padanya. Dari waktu ke waktu dia berpapasan dengannya dalam rombongan Padre Pio.

Setelah beberapa bulan, mereka memutuskan untuk bertunangan. Mereka sepakat untuk berdoa bersama setiap hari, mempercayakan masa depan pernikahan mereka kepada Tuhan.

Pada 27 Agustus 1950, dalam Misa yang dirayakan pada pukul 5 pagi, Padre Pio  memberkati pernikahan mereka. Dengan penuh semangat, dengan emosi, Padre Pio berkali-kali mengatakan di akhir khobahnya, “Berbahagialah! Berbahagialah! Berbahagialah!”

Resep Padre Pio

Beberapa setelah pernikahan, Paola dan Giovanni mengetahui bahwa mereka tidak akan dapat memiliki anak, karena Paola menderita kemandulan. Padre Pio, yang membimbing mereka sebagai pasangan, berjanji untuk mendoakan Kaplet Hati Kudus Yesus setiap hari untuk mereka.

Ini adalah “doa petisi favorit” Padre Pio, terkadang disebut Kaplet Hati Kudus, atau juga Doa Novena Hati Kudus.

Dia memberi tahu Giovanni (yang kemudian menceritakan kisah itu dalam bukunya Il mio amico Padre Pio, “Temanku Padre Pio”), “Kamu akan lihat, kamu akan memiliki anak sebanyak paduan suara malaikat.” Artinya, sembilan!

Tak lama kemudian, pada 24 Juli 1951 lahirlah seorang bayi perempuan. Tetapi putri mereka yang baru lahir segera jatuh sakit parah. Menurut para dokter, dia tidak punya kesempatan untuk bertahan hidup.

Pasangan itu, putus asa, meminta Padre Pio untuk mendoakan putri mereka di ranjang kematiannya. Biarawan itu segera meyakinkan mereka bahwa anak itu tidak akan mati, dan memang akan berumur panjang. Benar saja, anak itu sembuh.

Setelah keajaiban ini, Giovanni dan Paola menjadi lebih dekat dengan Padre Pio, sampai kematian Padre pada tahun 1968. Mereka biasanya mendatanginya untuk pengakuan dosa dan berdoa bersamanya. Mereka secara teratur meminta nasihatnya tentang pernikahan mereka, pendidikan sembilan anak mereka, dan masalah sehari-hari mereka.

BACA JUGA:  Pastor Yoppi Sumakud MSC, Mencintai Maluku Hingga Terluka

Paola kemudian berkata, “Setelah 60 tahun menikah, saya dapat mengatakan bahwa resep Padre Pio, Kaplet Hati Kudus Yesus, berhasil. Giovanni dan saya saling mencintai seperti pada hari pertama.” (EDL/Aleiteia)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here