Yesus Raja Kehidupan, Dia Terlibat Konkret dalam Hidup Kita

111

Pater Remmy Sila, CSsR, Superior Samoa, Provinsi Redemptoris Ocenia

TEMPUSDEI.ID (22/11) – Keyakinan Iman Kristen mengatakan: Yesus Kristus adalah Raja Semesta Alam. Apa artinya? Yesus adalah pemimpin hidup yang menuntun dan mengarahkan hidup kita menuju keselamatan kekal. Dia adalah  Raja bagi seluruh hidup sekaligus penyelamat kita. Dalam “meraja” itulah, Yesus masuk dan menyatu dalam kehidupan kita dengan aneka persoalan yang menyertai. Ia bahkan rela mati untuk memerdekakan kita dari dosa melalui salib.

Yesus berharap bahwa Kerajaan dan nilai-nilai yang Dia perkenalkan disebarkan ke seluruh dunia. Kita yang telah menerima-Nya dengan bebas diharapkan menjadi utusan-Nya bagi dunia sekitar kita. Melalui kita, diharapkan nilai-nilai Kerajaan-Nya yang telah kita terima dan hidupi dapat menerangi, menginspirasi dan mengubah dunia.

Sebagai Raja Semesta Alam, Dia menugaskan kita untuk mengusahakan agar nilai-nilai Kerajaan-Nya dapat memengaruhi dan mengubah hidup banyak orang. Melalui Roh Kudus, kita diberi kekuatan dan keberanian untuk melawan ketidakadilan sosial  dan segala praktik perendahan martabat setiap pribadi manusia. Hukum tertinggi dari Kerajaan Allah di mana Yesus adalah Raja-Nya mengajak kita mencintai Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan mencintai sesama seperti diri sendiri. Dan ingat! Semua hukum yang lain harus bersumber dari hukum cinta kasih ini. Yesus Raja Semesta Alam yang telah mengalami dan merasakan nasib hidup manusia dan mengajak kita menaruh perhatian khusus kepada saudara-saudari kita yang miskin, orang sakit, para narapidana, orang asing dan para pengungsi (Mat 25: 31-46).

Tetapi kita juga harus menyadari bahwa tidak semua orang  mengakui Yesus sebagai Raja Semesta Alam. Tidak semua orang adalah pengikut Yesus. Apakah  kita harus “memaksakan” nilai-nilai Kerajaan Yesus dan hukum tertinggi-Nya kepada mereka?  Tidak! Sebagaimana panggilan kita untuk menjadi pengikut Tuhan adalah sebuah tawaran yang kita tanggapi secara bebas, nilai-nilai Kerajaan-Nya yang dipercayakan kepada kita untuk diwartakan kepada semua orang, juga harus bersifat tawaran. Kita tidak pernah diperkenankan memaksa orang lain untuk menerima dan mempraktikkan nilai-nilai Kerajaan Allah (nilai-nilai iman kita), apalagi memaksa mereka untuk menjadi pengikut Yesus.

Tugas kita adalah mewartakan tanpa memaksa. Soal ada orang yang tertarik lalu ingin menjadi pengikut Yesus, itu adalah urusan Roh Kudus.Tetapi kita juga harus terbuka untuk bekerjasama dengan semua orang yang berkehendak baik untuk mewujudnyatakan nilai-nilai Kerajaan Allah yang bersifat universal seperti keadilan sosial, penghargaan terhadap martabat manusia tanpa diskriminasi, pelestarian lingkungan hidup dan keutuhan ciptaan, dan sebagainya.

Dalam setiap kerjasama demi kebaikan bersama, kita sendiri tidak boleh lupa bahwa Yesus adalah pembimbing sekaligus pemimpin kita. Tidak perlu dipamerkan secara terbuka, kita tetap harus menjadikan Yesus sebagai pemandu dan penentu dalam setiap rencana dan keputusan kita demi kebaikan bersama yang kita perjuangkan. Tanpa kesadaran itu, kita bisa kehilangan arah dan prioritas nilai. Kita bisa tergoda untuk mengejar tujuan  tersembunyi dari kepentingan pribadi atau kelompok. Kita tidak boleh lalai dan melupakan bahwa pada akhir zaman,Yesus akan datang kembali ke bumi dalam segala kemuliaan-Nya untuk meminta pertanggungjawaban dari setiap orang.

Pada waktu itulah setiap lutut akan bertekuk di hadapan Raja yang agung, Raja Semesta Alam yang  memegang kunci segala kebenaran. Pada waktu itu, keadilan sejati akan berkuasa dan setiap kejahatan akan dilenyapkan. Pada waktu itu pula semua orang akan menyaksikan secara sempurna apa yang disebut “bumi dan langit yang baru.”

Mari merenungkan beberapa pertanyaan reflektif  berikut  ini: Apakah saya sungguh membiarkan Yesus sebagai Raja dan Penyelamatku benar-benar mengatur hidup saya dalam segala hal? Apakah saya  mengizinkan Tuhan memegang kendali penuh atas hidup saya? Ketika ini dilakukan dengan bebas dan sepenuhnya, Kerajaan Allah didirikan dalam hidup Anda dan saya. Biarlah Dia meraja dalam hidup kita  agar Anda dan saya dapat bertobat secara terus-menerus dan   melalui Anda dan saya, orang lain dapat mengenal Dia sebagai Tuhan atas semua ciptaan dan Raja segala raja.

Tuhan, Engkau adalah Raja Semesta Alam yang Mahakuasa namun penuh belaskasih. Engkau adalah Tuhan atas semua. Datanglah meraja dan memerintah dalam hidupku dan jadikan jiwaku tempat kediaman-Mu yang suci. Ubahlah dunia kami dan jadikan sebagai tempat penuh perdamaian dan keadilan sejati. Yesus, Engkaulah Rajaku untuk selama-lamanya.Amin.

Tuhan memberkati.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here