Cinta di Wina, Kisah Kasih Setelah Serangan Teror

82

Bene Xavier, tinggal di Wina, Austria

Masyarakat Austria dari berbagai agama berkumpul dan berdoa. Foto dari FB Zeit im Bil

Austria, TEMPUSDE.ID (8/11/20) – Dunia kembali dikejutkan dengan serangan teroris. Kali ini di kota Wina, Austria pada 2/11. Tepat malam sebelum diberlakukannya “lockdown” kedua, seorang pemuda, yang belakangan diketahui sebagai simpatisan ISIS melakukan penembakan secara brutal di pusat kota. Pemuda 20 tahun ini melakukan aksinya seorang diri di 6 titik dengan mengarahkan tembakan ke tamu-tamu restoran serta orang-orang yang melintas. Serangan brutal ini menewaskan 4 orang.

Tentu saja peristiwa ini menjadi duka yang amat mendalam bagi Austria, yang mencabik-cabik kemanusiaan di tengah situasi pandemi. Pemerintah segera menetapkan 3 hari bergkabung nasional.

Sebagai negara netral di Eropa, Austria mau menunjukkan pada dunia bahwa Austria negara yang hidup dalam kasih, cinta dan damai. Sehari setelah tragedi tersebut, Presiden, Kanselir, para pejabat negara bersama dengan pemimpin berbagai agama melakukan doa bersama di Katedral Stephan. Bukan hanya itu mereka dan masyarakat meletakkan rangkaian bunga dan lilin-lilin di lokasi kejadian. Bahkan masyarakat menyematkan mawar merah pada lubang-lubang di dinding bekas tembakan.

Bunga mawar disematkan pada lubang dinding bekas tembakan. Foto dari FB Zeit im Bild

Doa, lilin, bunga inilah simbol-simbol cinta yang merepresentasikan sebuah pesan penting. Hiduplah damai dalam kasih dan cinta.

Caption foto utama: Teror di Wina-Ribuan lilin dan bunga di enam titik lokasi kejadian teror. Foto dari FB Zeit im Bild

Facebook Comments

BACA JUGA:  DEBORA: Hapus Prostitusi di NTT, Hargai Martabat Perempuan dan Anak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here