Menyebut Paus Dukung Perkawinan Sejenis, Pendeta Gilbert Lumoindong Tidak Peka dan Kebablasan

1511

TEMPUSDEI.ID (3/11/20) – Menyaksikan tayangan video Pendeta Gilbert Lumoindong berjudul Paus Fransiskus Mendukung Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis??? di channel youtubenya, saya terdorong membuat Surat Terbuka ini.

Video Gibert meski disertai dengan pengantar yang tampak bijak dan dibumbui dengan ajakan mendoakan Paus, jelas-jelas Gilbert tendensius dan menghakimi. Gilbert menyebut Paus berbicara tidak atas dasar Alkitab, hanya pandangan pribadinya, bahkan bertentangan dengan Alkitab.

Pendeta tenar ini lalu menyebut dan mengajak pendengarnya untuk mendoakan Paus yang dia sebut berusaha disukai semua orang dengan kebersetujuannya terhadap pernikahan sesama jenis.

Harus dikatakan bahwa Gilbert tidak hati-hati dan tidak peka dalam bertindak. Dia mendasarkan diri pada bacaannya dari media CNN Indonesia yang merupakan terjemahan dari terjemahan.

Andai Gilbert tidak gegabah menjadi orang yang lebih dulu memberi respons, dia semestinya berusaha mencari tahu lebih jauh sambil membawa serta pertanyaan skeptis “benarkah Paus berkata begitu”. Caranya, mencari sumber asli pernyataan itu.

Apa boleh buat Gilbert menelan mentah-mentah berita yang dia baca lalu terburu-buru membuat video dan tanpa ba bi bu memostingnya.

Sampai surat ini saya buat pada pukul 9.23 (3/11/20), video Gilbert sudah ditonton oleh 109 ribu orang, disukai 5.500 orang, dan yang tidak suka 538 viewer. Gilbert sungguh telah “sukses” mendapatkan viewers.

Sayangnya, informasi yang Gilbert sampaikan tidak akurat, dan dengan demikian, Gilbert telah menyesatkan ratusan ribu orang. Ia juga telah berhasil membangun persepsi yang buruk tentang Paus, dan tentu saja tentang Gereja Katolik.

 Pernyataan Paus dalam Bahasa Spanyol

Mari kita simak pernyataan Paus yang dia sampaikan dalam Bahasa Spanyol itu. Saya sendiri tidak paham Bahasa Spanyol, tapi karena sikap skeptis atas yang disebut sebagai “pernyataan Paus” itu, saya berusaha mencari terjemahan Bahasa Spanyolnya. Kawan saya Pastor Tuan Kopong di Philipina mengirimkan terjemahan Ranis Teluma MSF konfraternya yang tengah studi doktoral di Spanyol.

BACA JUGA:  Puisi dalam Pandangan Sastrawan Gerson Poyk: Kenangan dari Obrolan Siang di Kala Hujan

Begini pernyataan asli Paus itu: “Las personas homosexuales tienen derecho a estar en la familia. Son hijos de Dios, tienen derecho a una familia. No se puede echar de la familia a nadie, ni hacer la vida imposible por eso”. “Lo que tenemos que hacer es una ley de convivencia civil. Tienen derecho a estar cubiertos legalmente”, dijo el Papa Francisco. “Yo defendí eso”, añadió”

Hasil terjemahannya begini: “Orang-orang homoseksual punya hak untuk tinggal di tengah-tengah keluarganya. Mereka juga adalah anak-anak Allah. Kita tidak menyingkirkan dari tengah-tengah keluarga siapa pun, termasuk mengucilkan dan membunuh masa depan mereka”. “Yang harus kita lakukan adalah membuat payung hukum sipil hidup bersama. Mereka juga punya hak untuk dilindungi secara hukum. Lalu Paus menambahkan, “saya mendukung ini”.

Media termasuk Gilbert telah dengan gegabah menerjemahkan frasa convivencia civil dalam bahasa Spanyol sebagai civil union dalam bahasa Inggris atau “persatuan sipil”. Dengan istilah tersebut, media merilis berita bahwa Paus asal Argentina itu mendukung pernikahan sesama jenis. Gilbert terjebak di sini!

Andai Gilbert Peka dan Kritis

Pak Gilbert, andai Anda kritis sedikit dengan senjata pertanyaan skeptis tersebut, Anda akan menyelisik mencari. Dengan demikian anda tidak cepat-cepat merilis video itu. Sebagai public figure, Anda didengarkan banyak orang, dan sangat mungkin mereka langsung percaya.

Sangat jelas dari terjemahan tersebut bahwa yang dimaksud Paus bukanlah “perkawinan sesama jenis”, dan dia tidak sedang berbicara tentang perkawinan sejenis.

Karena Paus pasti sangat memahami bahwa ajaran resmi Gereja Katolik menyatakan: yang boleh menikah adalah laki-laki dan perempuan, ini pun dengan catatan bahwa keduanya sehat secara seksual. Sama halnya, yang boleh menjadi imam adalah seorang laki-laki yang sehat secara moral, jasmani,  rohani, termasuk seksualitasnya.

BACA JUGA:  Penyemprotan Disinfektan Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

Anda harus paham bahwa ajaran Gereja Katolik itu telah berabab-abad dan tidak mungkin dengan mudah diubah hanya melalui ucapan dalam sebuah film.

Hal lain yang Anda harus paham,  kalau, sekali lagi kalau, jika yang dimaksud Paus adalah benar “perkawinan sejenis”, Anda harus paham juga bahwa Paus sedang melawan ajaran resmi gereja atau Magisterium, Kitab Suci dan Tradisi Suci yang telah dianut Gereja Katolik ribuan tahun. Kalau memiliki pemahaman ini, maka Anda tidak akan dengan mudah memercayai berita CNN Indonesia yang menjadi rujukan Anda. Bukan hal mudah Gereja menerima pelegalan itu. Lagian, seperti dikatakan oleh Raymond Leo Kardinal Burke, seorang ahli hukum Gereja dan mantan kepala Pengadilan Tahta Suci, “pernyataan” melalui film itu tidak memiliki bobot magisterial apa pun.

Paus adalah pimpinan untuk miliaran orang Katolik di dunia. Dia tentu menginginkan adanya persaudaraan dan saling menerima di antara umatnya. Dia tidak mau ada yang dikucilkan karena kecenderungan seksualitasnya, tapi ia ingin umatnya saling merangkul sebagai saudara. Dia justru mengajak umatnya untuk saling berdamai dalam kemanusiaan, saling mengasihi, tentu saja tetap mematuhi ajaran yang dasarnya tidak main-main, yakni Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium atau ajaran resmi Gereja.

Sekali lagi, Paus mengajak untuk hidup bersama di dalam masyarakat sebagai saudara. Dan “istilah hidup bersama” tidak sama dengan perkawinan. Dengan kata lain, Paus mengajak siapa pun untuk berdamai dengan mereka yang memiliki kelainan seksual itu sambil memahami realitas hidup mereka. Ini agar mereka mendapat perlindungan dan tidak selalu menjadi sasaran diskriminasi dan kekerasan dalam aneka bentuknya.

Pertanyaan saya, Gilbert sedih, sedih untuk apa? Gilbert mendoakan Paus, mendoakan untuk apa? Anda mengatakan, karena mungkin ingin disukai banyak orang Paus mengeluarkan pernyataan itu. Ini juga tidak masuk akal. Berapa persen orang LGBT di dunia?

BACA JUGA:  Cara Cerdas Hadapi Wawancara Kerja

Sekali lagi, andai Pendeta Gilbert tidak hanya berpatokan pada satu media saja dan mencoba menyelisik ke Bahasa aslinya, Gilbert tidak akan mudah merilis video sepanjang 42 menit itu. Untuk hal begini, dari seorang Gilbert dituntut kepekaan, daya kritis dan upaya lebih keras.

Anda mau meralat video Anda atau tidak, itu tergantung Anda dan nurani Anda.

Salam hangat dan sehat!

Emanuel Dapa Loka

Facebook Comments

10 KOMENTAR

  1. Setuju pak EDL. Sayang sekali jika seorang sekelas pak Gilbert melewatkan hal terpenting dalam menanggapi informasi yaitu beliau zero analisis. Zero check and recheck. Jadi sesungguhnya siapa yang menyesatkan siapa??

  2. Kalau demikian, vidio Gilbert harus dihapus dan bisa jadi dapat sanksi atau paling rendah minta maaf di publik melalui vidio juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here