Romo Aba “Ndeso”, Dituduh Cari uang dari Youtube: Saya Tidak Dapat Apa-apa dari Youtube

1386
Romo Aba "Ndeso"
Romo Aba dan anak-anak. Foto: Dokpri

Salah satu imam Katolik yang eksis dan laris manis di youtube adalah Romo Aba dengan channel Romo Ndeso. Salah satu ciri yang paling khas dari imam kelahiran Kendari, 09 November 1986—pada Pesta Pemberkatan Basilia St. Yohanes Lateran—ini adalah berbicara tenang, terkesan serius namun dengan diksi yang bernas dan bertenaga. Materi yang ia sampaikan pun masih selalu hangat, dan karenanya selalu relevan dengan pertanyaan yang dihadapi umat, baik dalam kehidupan konkret di masyarakat, maupun pertanyaan-pertanyaan mengentak dan menggugat di dunia maya.

Sudah ratusan video yang ia produksi dan rilis dengan andalan smart phone-nya Sudah ditonton puluhan ribu orang. Pujian dan ungkapan kegembiraan penonton pun memenuhi kolom komentarnya, belum lagi yang menggunakan jalur japri. Romo Aba sendiri merasa gembira karena bisa membantu umat memahami, merawat dan memertahankan iman mereka. Dan tentu saja ada juga yang tidak menyukai.

Dua video terakhirnya berupa “pembelaannya” terhadap Paus Fransiskus yang secara brutal dituduh mendukung “perkawinan sejenis” secara terbuka. Romo Aba menyebut LGBT sebagai produk peradaban yang terluka. Simak link ini: https://www.youtube.com/watch?v=SYoXFAWDRXM. Imam muda bernama lengkap Yohanes Tabah Sapy Susanto MSC menegaskan bahwa Paus Fransiskus adalah umat bagi seluruh umat Katolik dengan segala keadaan mereka, dan karenanya ia harus bijak melayani semua. Dan dalam ungkapan berbahasa Spanyol dalam film Francesco itu Paus tidak berbicara tentang perkawinan sejenis, apalagi menyetujuinya.

Romo Aba lalu mengajak netizen untuk mempertajam daya kritis menghadapi kecenderungan banyak media. “Pertama-tama orang cenderung suka yang ekstrim. Dan media membaca gejala itu. Dengan mengangkat isu Paus mendukung perkawinan sejenis, itu tidak hanya akan menjadi berita hangat, melainkan berita panas. Siapa yang salah di sini? Entahlah, media berkembang tergantung kepentingan. Bagi saya, penikmat medialah yang harus bijak; mengkaji asal-usul berita, mencari sumber yang lebih kredibel dan tidak sembarang sharing sebelum disaring,” saran anak pertama dari dua bersaudara ini.

Imam Populer

Bahwa Romo Aba sekarang menjadi terkenal dan viral ke mana-mana, itu fakta, tapi popularitas bukanlah tujuan utama imam berkaca mata yang ditahbiskan pada 09 April 2016 di Gereja Katedral Manado ini.

Tujuan utamanya menjadi youtuber, memanfaatkan teknologi untuk berkatekese atau mewartakan kabar suka cita Kristus dan iman Katolik. Melalui channelnya, ia ingin membantu umat yang kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaan praktis seputar iman mereka sambil meneguhkan dengan siraman-siraman rohani bernutrisi.

Sebagai imam muda yang masih sangat enerjik, Romo Aba juga ingin memanfaatkan waktu-waktu luang di sela-sela tugas utamanya sebagai gembala umat.  “Sebenarnya awalnya saya hanya ingin mengoptimalkan waktu harian saya. Saat itu terlalu banyak waktu terbuang untuk hal yang tidak terlalu berguna. Saya tidak mau menjadi imam yang ‘pengangguran’. Saya harus mewartakan iman, saya harus berkatekese, saya harus membagi iman saya, membuat orang memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seputar iman,” jelasnya.

Seringkali umat bertanya kepadanya melalui whatsapp mengenai iman Katolik. Karenanya, ia mncari cara praktis menjawab dan bisa menjangkau banyak orang yang memiliki pertanyaan serupa. “Dengan membuat rekaman audio visual maka saya memiliki stok jawaban untuk dibagikan, ketika ada yang bertanya dengan pertanyaan serupa,” ungkapnya.

Alasan praktis lain, ia ingin mempertanggungjawabkan dana yang umat alokasikan untuk membayar internet (Wifi) di pastoran. Baginya, Wifi di Pastoran harus berkontribusi untuk pewartaan, dan bukan sekadar untuk hiburan.

Dituduh Mencari Uang Melalui Youtube

Upahku ketika aku tidak diupah

Pilihan Romo Aba melakukan pelayanan melalui youtube ini bukan tanpa tantangan. Selain tantangan akibat keterbatasan peralatan, dia dituduh mencari uang dengan berYoutube. Tentu saja tuduhan ini mengada-ada. Bahwa melalui youtube orang bisa meraup uang sebanyak-banyaknya, bukan hal yang salah, dan Romo Aba tahu itu.

Namun Romo Aba berusaha bertahan pada motivasi awalnya menjadi youtuber, yakni berkatekese. Makanya kalau diperhatikan, dia tidak memasang iklan apa pun untuk semua video katekesenya di youtube. Padahal dengan subscribernya yang sudah mencapai 35 ribu dan akan bertambah terus, sangat potensial ia mendapatkan banyak uang. “Sampai hari ini saya tidak mendapat apa pun dari youtube. Saya mencoba seperti Paulus, ‘Upahku adalah bekerja tanpa upah’,” jelasnya. (bersambung….)

BACA JUGA: https://www.tempusdei.id/2020/10/2717/romo-aba-ndeso-kerinduan-orang-akan-ekaristi-jadi-panggilan-allah-untuk-saya-jadi-imam.php

EMANUEL DAPA LOKA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here