Dua Kali Berturut-turut Alumni SMA De Britto jadi Duta Besar RI untuk Vatikan

2291

Pada Senin, 14 September 2020, Presiden melantik 20 Duta Besar untuk negara-negara sahabat. Salah satu yang dilantik adalah Laurentius Amrih Jinangkung menjadi Duta Besar RI untuk Tahta Suci, Vatikan. Amrih menggantikan pendahulunya Antonius Agus Sriyono.

Uniknya, Amrih dan Agus adalah alumni SMA De Britto Yogyakarta, sebuah SMA Katolik di Yogyakarta yang seluruh siswanya adalah pria dengan penampilan unik, antara lain boleh berambut gondrong. SMA ini merupakan salah satu SMA terbaik di Tanah Air.

Para siswa SMA De Britto. Foto/Ist

Di SMA De Britto kedua sosok tersebut mengalami pendidikan dan pembelajaran yang menjadi bekal kedua sosok tersebut. Di sini juga mereka mengalami hidup dalam keberagaman sebab di sekolah para siswa datang dari berbagai daerah di Indonesia dan dengan latar belakang yang beragam. Tak hanya itu, meski dikelola oleh Yayasan Katolik, siswa beragama Islam, Kristen, Hindu, Budha hingga Konghucu cukup banyak yang bersekolah di SMA Kolese de Britto.

Amrih lahir di Nanggulan, sebuah kecamatan di Kabupaten Kulon Progo di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada 18 Juni 1967. Amrih menjalani pendidikan di Kolese de Britto, lalu masuk ke Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Setelah lulus dari UGM pada tahun 1986, ia melanjutkan pendidikan di Cornell Law School, Ithaca, New York.

Sejak bergabung dengan Deplu, Amrih pernah ditempatkan di Kedutaan Indonesia di Den Haag, Belanda dan di Wina, Austria. Jabatan yang pernah ia emban antara lain adalah Sekretaris II KBRI Washington DC dari Januari 2000 hingga Juni 2003, Kepala Perbatasan Maritim di Departemen Legal dari Agustus 2003 hingga September 2006, dan Konselor Fungsi Politik di KBRI Den Haag dan KBRI Wina. Terakhir Amrih menjabat sebagai Direktur Hukum Dan Perjanjian Ekonomi yang berada di bawah Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri.

BACA JUGA:  Jalan-jalan Tikus Menjadi Wartawan dalam Kegembiraan, Harapan dan Kecemasan

Seperti dilansir HIDUP, selama menjadi Dubes untuk Vatikan, di samping bisa merawat hubungan baik RI dan Takhta Suci, Agus berusaha keras ikut mempromosikan kerukunan antaragama. Ia juga berhasil menciptakan hubungan yang baik dengan para rohaniwan, biarawan-biarawati yang yang jumlahnya mencapai 1600-an orang.

Bertugas sebagai diplomat dari Januari 2016 hingga Juni 2020 di Vatikan, Agus mengalami perkembangan dalam hal kehidupan spiritual dan moral. (tD/dbs)

Facebook Comments

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here