Menyirami dan Menyiangi Benih-benih Iman, Harapan dan Kasih

109
Eleine Magdalena, penulis buku-buku best seller

Oleh Eleine Magdalena, Penulis buku-buku best seller. Sedang studi doktoral Teologi Katolik

KITA mengenal peribahasa “sedikit demi sedikit lama-kelamaan menjadi bukit”. Alam mengajarkan kepada kita untuk berproses. Makhluk hidup bertumbuh dari kecil menjadi besar. Benih-benih kehidupan dalam setiap ciptaanNya perlu dirawat agar dapat bertumbuh kembang.

Yesus tahu betul bagaimana merawat dan menumbuhkan benih iman anak yang murah hati dalam Yoh 6:1-15. Si anak mungkin tidak pernah menyangka bahwa roti dan ikannya dapat menjadi berlipat kali ganda banyaknya di tangan Yesus.

Anak ini tanggap terhadap keinginan Yesus untuk memberi makan kepada orang banyak. Mungkin anak ini menyodorkan makanannya kepada Andreas murid Yesus sehingga Andreas melihatnya dan berkata, “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan….”.

Dengan kepolosannya ia berharap makanan tersebut dapat menjawab pertanyaan Yesus kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Tentu saja Yesus tidak menyia-nyiakan tindakan spontan yang tulus seperti itu. Benih iman, harapan dan kasih yang sudah ada di dalam diri anak ini ditumbuhkan oleh Yesus.

Yesus tidak menuntut kita melakukan yang tidak mampu kita lakukan. Yesus menunggu inisiatif kita walaupun kecil dan sederhana. Ia meminta kita melakukan bagian kita dan Ia akan melakukan bagianNya.

Anak ini telah melakukan bagiannya dengan membawa yang ia punya ke hadapan Yesus. Selanjutnya Yesus mengambil alih, memberi petunjuk bagaimana kita terlibat dalam pekerjaanNya. Yesus meminta orang banyak itu duduk. Para murid dan orang banyak melakukan tepat seperti yang diperintahkanNya. Hasil akhirnya luar biasa. Pekerjaan Yesus sempurna. Orang banyak dipuaskan baik jasmani mapun rohani. Mereka semua kenyang bahkan banyak makanan tersisa. Ada lompatan iman yang besar menyaksikan mukjizat seperti itu.

BACA JUGA:  Ihwal Pergumulan Menerima Kehendak Tuhan

“Bekerja bersama Yesus dengan tekun dan patuh pada bimbinganNya, menghasilkan pekerjaan besar.” (Menemukan Tuhan dalam Hidup Sehari-hari, 2012)

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here