Waspada! 289 Anak Sekolah Terinfeksi Covid-19

1152
Silvanus Sumule/Foto: GMR
Siswa SD di Papua. Foto jauh sebelum Covid-19/dok Republika

Jayapura, TempusDei.id – Siapa pun, termasuk para orang tua yang tidak betah menjadi “guru” di rumah, jangan buru-buru menyuruh Pemerintah membuka kembali pintu sekolah agar anak-anak aktif bersekolah kembali dalam keterbatasan sarana pendukung untuk berjalannya pelaksanaan ketat protokol kesehatan secara ketat dan tertib. Sangat riskan. Buktinya, 289 anak di Papua terinfeksi Covid-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K) mengatakan sebanyak 289 anak usia sekolah, yaitu 0-18 tahun di Provinsi Papua positif terinfeksi Covid-19 selama Maret hingga 11 Agustus 2020.

Oleh karena itu, Sumule meminta setiap sekolah yang hendak membuka proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Papua dengan tatap muka, untuk benar-benar menyiapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus ini di sekolah. “Kasus Covid yang menimpa warga usia anak ini 10 persen dari total kasus kita, sedangkan lansia 4 persen dan dewasa 58 persen. Ini kita termasuk tinggi karena data nasional saja kasus Covid yang menimpa anak 8,6 persen dari total kasus. Kasus anak ini menyebar di hampir semua wilayah zona merah di Papua. Tetapi puji Tuhan, kasusnya bersifat sakit ringan dan sedang. Anak-anak usia sekolah ini jadi pengawasan bagi kita semua,” kata dr. Silwanus Sumule saat memberi keterangan pers secara virtual kepada wartawan, Selasa (11/08/2020).

Menurut Sumule, keselamatan dan kesehatan anak didik harus menjadi fokus utama ketika proses KBM dibuka. Oleh karena itu, pihak penyelenggara sekolah harus memastikan ketersediaan sarana pendukung untuk protokol kesehatan, mulai dari masker, air tendon dan sabun untuk cuci tangan, hingga pengaturan jarak tempat duduk. “Penyelenggara sekolah harus berkoordinasi dengan para orang tua dan komite sekolah sebelum benar-benar membuka KBM ini. Opsi lain, bisa saja pembelajaran tatap muka langsung ini dilakukan bergilir sehingga jumlah siswa tiap ruangan hanya 50 persen,” kata Sumule.

BACA JUGA:  PSBB Masih Diperlukan di Bekasi Kota/Kabupaten, Depok dan Bogor

Sumule mengaku pihaknya bersama Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua terus membangun koordinasi dengan dinas pendidikan di kabupaten/kota guna memantau pelaksanaan KBM di seluruh daerah agar benar-benar berjalan dengan standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah di masa new normal ini. (tD/Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here