Puisi-puisi Agust G. Thuru bagi Refleksi Kemerdekaan RI

193
Penyair Agust G. Thuru

Terjebak

Saat engkau diberi kesempatan
menggembur tanah gersang
menjadi lahan subur
menanam kebajikan
engkau malah terjebak
pesta kenikmatan

Tempo hari kau yang janji
katakan tidak pada korupsi!
eh, janjimu indah semanis hati
kini kau berbalik nodai kata hati
kau pun terjebak
di teras janjimu

Setelah kau di tahta rakyat
kau pun bersekutu
dengan tikus-tikus berdasi
yang pandai merancang jebakan
kau terjebak pada kenikmatan
dan engkau menjadi korbannya

Ah, tidurlah dengan pulas
di balik tembok pengap
tanpa kebebasan
kalau bisa kekal abadi
dan tak usah kembali lagi
kecuali rasa malumu sudah mati
Denpasar, 7 Agustus 2020

Mataharimu Terbenam

Mataharimu cahaya dari ufuk timur
pernah bertengger di bukit megah
decak sejuta pengagum
mengantarmu melafal sumpah
tentang caramu untuk setia

Siang yang berlalu
berganti malam yang beranjak
gelora kenikmatan membius
mengajakmu pesta  dalam pelukan
di ruang waktu yang dirahasiakan

Tapi mataNya tembus pandang
engkau pun tak mampu bersembunyi
sebab segala sudut bumi dan langit
terlalu terbuka bagi keadilanNya

Mataharimu pun  sudah terbenam
membawa segala cahaya yang pernah memanah
decak geram dan cacian mengantarmu
ke tempat engkau berkubang
setara  seekor kerbau dungu yang tersandera

Denpasar, 8 Agustus 2020

Agust G Thuru lahir di Maghilewa Inerie, Ngada, Flores, NTT, 25 Mei 1957. Menyelesaikan pendidikan di STKIP Widya Yuwana Madiun. Pernah bekerja sebagai guru. Sejak 1990 sampai sekarang menekuni dunia jurnalistik. Saat ini Pimred tabloid Mentik tinggal di Denpasar Bali.

Facebook Comments

BACA JUGA:  Puisi-puisi Rabu Abu, Refleksi "Dari Debu Kembali jadi Debu"

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here