Puisi Emanuel Dapa Loka: Pada Malammu, Kapernaum !

34
Shianty, seorang peziarah dari Australia di Kapernaum. foto: EDL

Oleh Emanuel Dapa Loka

Kapernaum, aku mestinya diam saja dalam hening malam tanpa rembulan ini
Tafakur dalam buaian rona cahaya lampu jalanmu
Bahkan membeku dalam angin yang merayap dan menyengat kulitku

Namun gemilang silammu bersama Tuhanku, Tuhan kita bersama
Menyeretku menulis puisi ini
Agar kau dan aku tak pendek ingat
Tentang Yesus anak kandungmu
Yang suaraNya parau karena melantamkan agung BapaNya dalam Sinagoga purba
Yang berselingkit dan menyenasib di antara senyum dan deritamu
Yang abai akan hidupNya sendiri

Masih ingat bukan, anak Yairus yang dibangkitkanNya?
Mertua Petrus yang tahir?
Setan yang terbirit-birit disusirNya?
Empat keping dirham dari mulut ikan?

Sesungguhnya!
Engkau adalah CintaNya
Engkau adalah buah hatiNya
Engkau nadiNya

Lihatlah!
IngatanNya bahkan lumpuh dan abai atas karang batok kepalamu
Ia tetap rela meregang nyawa di salib untuk kau dan aku
Kini tak ada pilihan lagi
Kita mesti salin getas hidup ini agar jadi puisi indah bagiNya

EMANUEL DAPA LOKA adalah wartawan yang kadang kambuh bersyair. Ia bersama keluarganya tinggal di Bekasi. Suatu hari ia berziarah ke Israel, lalu lahirlah puisi di atas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here