Ini Wajah Tiga Calon Dirjen Bimas Katolik, Presiden Tinggal Memilih Salah Satu

1631
Tiga calon Dirjen Bimas Katolik: Adrianus Meliala, Yohanes Bayu Samodro dan Suparman. Foto: ist

Jakarta, Tempusdei.id – Tiga nama, yakni Adrianus Meliala, Suparman dan Yohanes Bayu Samudro telah memasuki tahap akhir dalam seleksi calon Dirjen Bimas Katolik. Mereka tersaring dari 22 pendaftar, masuk 6 besar lalu lolos ke tiga besar. Ketiga nama tersebut sudah berada di meja Presiden Jokowi. Salah satu nama akan Presiden pilih untuk menduduki kursi Dirjen Bimas Katolik yang sekarang lowong dan dijabat sementara oleh seorang Plt, yakni Aloma Sarumaha.

Saat ini Adrianus menjabat sebagai anggota Ombudsman. Ia pernah menjadi anggota Kompolnas. Dia juga adalah dosen dan Ketua Dewan Etik Guru Besar Universitas Indonesia, anggota Komisi Kerasulan Awam KWI,  Ketua Umum LP3KN dan Ketua Paguyuban Dosen Katolik UI.

Jika terpilih Adrianus akan segera meningkatkan penyerapan anggaran Pandemi Covid-19 dan mengawalnya sedemikian rupa sehingga mencapai sasaran yang diharapkan. Selain itu, ia akan menggarap program-program yang bisa melayani umat Katolik secara baik hingga ke pelosok-pelosok. “Program Ditjen Bimas itu banyak yang baik. Problemnya, perlu meningkatkan mutu eksekusi programnya agar tidak asal menghabiskan anggaran,” kata alumni S3 Kriminologi dari University of Queensland Australia ini.

Sedangkan Suparman adalah Eselon II pada Kementerian Kemaritiman. Lulusan S2 Psikologi Sosial UGM ini lama menjadi tenaga penyuluh lapangan di Kementrian Sosial sehingga banyak mengunjungi banyak daerah di Indonesia. Dengan begitu dia paham betul situasi kehidupan umat Katolik di pelosok-pelosok Indonesia. “Kalau umat Katolik di perkotaan sudah aman, tinggal mereka yang di pelosok-pelosok Indonesia ini. Harus ada yang perhatikan mereka,” ujarnya.

Karenanya ia akan membawa jaringan yang ia miliki untuk bekerja secara sinergis bagi kemajuan kehidupan umat Katolik baik dalam hal jasmani maupun rohani. “Saya memiliki akses ke banyak kementrian dan banyak hal yang saya bisa lakukan. Dan saya juga paham struktur kerja pemerintah sehingga akan bisa mengorkestrasi banyak pihak untuk bekerja sama,” ujarnya. “Di daerah-daerah itu misalnya banyak desa yang bisa dijadikan desa wisata yang bisa membawa kesejahteraan bagi warganya. Ini bisa kita lakukan dalam kerjasama dengan Kementrian Pariwisata,” tambahnya lagi.

Sedangkan informasi yang media ini dapatkan tentang salah satu calon lain, yakni Yohanes Bayu Samoedro, M.Pd, dia adalah dosen pada  sebuah sekolah tinggi. Bayu, panggilan akrabnya, juga menjadi pendamping perguruan pencak silat Katolik bernama Tunggal Hati Seminari dan Tunggal Hari Maria THS THM Dekanat Tangerang. Media ini berusaha mencari kontak Yohanes Bayu Samodro, namun berhasil mendapatkannya sampai 2 Agustus 2020 sore menjelang tulisan ini diturunkan.

Sekadar informasi, sebelum Aloma Sarumaha terpilih menjadi Plt. Dirjen Bimas Katolik, pembicaraan seputar Bimas Katolik sempat heboh karena Plt. Dirjennya dijabat oleh orang non-Katolik. Surat penunjukan Aloma Sarumaha sendiri ditandatangani Menag Fachrul Razy pada Selasa (11/2/2020).

Siapa pun yang terpilih dari ketiga calon tersebut, patut diterima dengan senang hati. Mereka adalah putra terbaik Gereja Katolik Indonesia. (tD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here