Kolokium yang Membedah Hubungan Covid-19 dan Humanisme Katolik

475
Kolokium yang akan membahas hubungan antara Covid-19 dan Humanisme Katolik.

Jakarta, tempusdei.id – Apa hubungan antara Covid-19 dan Humanisme Katolik? Untuk menjawab pertanyaan ini, Bidang Penelitian dan Pengembangan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Nasional (LP3KN) akan menyelenggarakan kolokium bertema Covid-19 dan Humanisme Katolik pada tanggal 25 Juli 2020, pukul 10.00-12.30 WIB melalui aplikasi Zoom, dan disiarkan oleh Youtube PESPARANI Katolik. Untuk ikut serta dalam kolokium ini, calon peserta bisa mendaftar di https://bit.ly/LP3KN_Litbang.

Kolokium ini akan menghadirkan pembicara Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD, Prof. Ir. Dr. Agustinus Purna Irawan, M.T, Dr. Frederikus Fios, S.Fil., M.Th, Hillary Brigitta Lasut, S.H., LLM dan Mgr. Prof. Dr. Adrianus Sunarko OFM.

Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD, akan membantu peserta memahami apa itu humanisme pada umumnya dan apa itu humanisme Katolik. Pemaparan ahli filsafat politik lulusan Hochschule für Philosophie Munchen, Jerman akan difokuskan pada upaya membedakan humanisme sebagai konsep filosofis dan humanisme Katolik.

Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere ini akan  menunjukkan dimensi tindakan humanisme yang khas Katolik sekaligus mendorong peserta untuk memperkuat praktik-praktik humanisme dalam hidup sehari-hari dalam terang ajaran Katolik.

Prof. Agustinus dan Dr. Frederikus akan berbagi pengalaman iman dalam menolong sesama selama masa pandemi Covid-19 dan menemukan maknanya dalam terang humanisme Katolik dan semangat nilai-nilai Pancasila.

Sementara itu, anggota DPR RI termuda Hillary Brigitta Lasut, S.H., LLM akan berbagi pengalaman menolong sesama selama masa pandemi Covid-19 dan memberikan maknanya secara Katolik. Tindakan karitatif Brigitta diharapkan juga ikut menginspirasi orang muda Katolik untuk ikut membantu sesamanya.

Pada pengujung kolokium akan hadir Mgr. Prof. Dr. Adrianus Sunarko, OFM yang akan membagi refleksi teologis mengenai tatanan kehidupan baru sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Uskup Pangkalpinang itu akan memberikan pencerahan teologis seputar upaya membangun kehidupan baru di Indonesia. Sebagai ahli teologi, Uskup Sunarko diharapkan menunjukkan sejauh mana tawaran kehidupan baru pasca Covid-19 sejalan dengan humanisme Katolik. Dan sebagai tokoh masyarakat Indonesia yang berelasi dengan berbagai lapisan dan golongan masyarakat, Uskup Sunarko juga diharapkan memberikan beberapa catatan kritis bagi cita-cita kehidupan baru pasca Covid-19 tersebut. (tD)

Facebook Comments

BACA JUGA:  Romo Sugiri Identik dengan Karismatik Katolik, Tetapi Tidak Hendak Dirikan "Kerajaan"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here